Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tether Jadi Pemegang Besar US Treasury, Pengaruhnya Terus Meningkat

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
29 Okt 2025
1332 dibaca
2 menit
Tether Jadi Pemegang Besar US Treasury, Pengaruhnya Terus Meningkat

TLDR

Tether telah menjadi pemegang utang pemerintah AS terbesar ke-17 di dunia, melampaui Korea Selatan.
Tether Gold (XAU₮) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan mencerminkan minat yang meningkat terhadap aset tokenisasi.
Pertumbuhan pasar stablecoin dapat berpengaruh pada stabilitas keuangan dan likuiditas global.
Tether kini memegang obligasi US Treasury senilai 135 miliar dolar AS, menjadikannya pemegang terbesar ke-17 di dunia, mengalahkan negara seperti Korea Selatan. Pertumbuhan ini sangat cepat, mengingat awal 2025 mereka hanya memiliki 65 miliar dollar AS dalam Treasury. Kebijakan GENIUS Act yang mewajibkan stablecoin menyimpan cadangan pada aset berisiko rendah menjadi faktor utama dalam penambahan besar ini.Selain US Treasury, Tether Gold yang berupa stablecoin yang didukung emas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kapitalisasi pasar XAU₮ telah melampaui 2 miliar dolar AS, dengan cadangan emas fisik yang disimpan sesuai standar Good Delivery di Swiss. Nilai emas yang melonjak serta meningkatnya kekhawatiran atas inflasi dan risiko geopolitik menjadi alasan tingginya permintaan token emas ini.Pertumbuhan perusahaan stablecoin seperti Tether dan Circle kini menggeser banyak negara di peringkat pemegang obligasi AS. Stablecoin telah menjadi pembeli besar dan pemain utama di pasar obligasi AS, yang meningkatkan peran stabilitas dolar AS dan berpotensi memengaruhi suku bunga serta likuiditas pasar keuangan global.Para institusi besar dan bank Fortune 500 semakin percaya dan mengadopsi stablecoin dalam pembayaran dan perdagangan mereka. Transaksi stablecoin yang sudah sebanding dengan volume Visa menandakan perubahan besar dalam cara uang bergerak dan diperdagangkan di era digital. Namun, pertumbuhan cepat ini juga mengundang kekhawatiran terkait persaingan dengan sektor perbankan tradisional dan risiko stabilitas pasar.Kesimpulannya, Tether dengan ekspansi besar di Treasury dan token emas menjadi contoh bagaimana dunia keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin menyatu. Perkembangan ini membuka peluang besar tapi juga membawa tantangan regulasi dan risiko pasar yang harus dihadapi untuk menjaga ekosistem digital tetap sehat dan stabil.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.