Tether Jadi Pemegang Besar US Treasury, Pengaruhnya Terus Meningkat
Finansial
Mata Uang Kripto
29 Okt 2025
266 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Tether telah menjadi pemegang utang pemerintah AS terbesar ke-17 di dunia, melampaui Korea Selatan.
Tether Gold (XAU₮) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan mencerminkan minat yang meningkat terhadap aset tokenisasi.
Pertumbuhan pasar stablecoin dapat berpengaruh pada stabilitas keuangan dan likuiditas global.
Tether kini memegang obligasi US Treasury senilai 135 miliar dolar AS, menjadikannya pemegang terbesar ke-17 di dunia, mengalahkan negara seperti Korea Selatan. Pertumbuhan ini sangat cepat, mengingat awal 2025 mereka hanya memiliki 65 miliar dollar AS dalam Treasury. Kebijakan GENIUS Act yang mewajibkan stablecoin menyimpan cadangan pada aset berisiko rendah menjadi faktor utama dalam penambahan besar ini.
Selain US Treasury, Tether Gold yang berupa stablecoin yang didukung emas juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kapitalisasi pasar XAU₮ telah melampaui 2 miliar dolar AS, dengan cadangan emas fisik yang disimpan sesuai standar Good Delivery di Swiss. Nilai emas yang melonjak serta meningkatnya kekhawatiran atas inflasi dan risiko geopolitik menjadi alasan tingginya permintaan token emas ini.
Pertumbuhan perusahaan stablecoin seperti Tether dan Circle kini menggeser banyak negara di peringkat pemegang obligasi AS. Stablecoin telah menjadi pembeli besar dan pemain utama di pasar obligasi AS, yang meningkatkan peran stabilitas dolar AS dan berpotensi memengaruhi suku bunga serta likuiditas pasar keuangan global.
Para institusi besar dan bank Fortune 500 semakin percaya dan mengadopsi stablecoin dalam pembayaran dan perdagangan mereka. Transaksi stablecoin yang sudah sebanding dengan volume Visa menandakan perubahan besar dalam cara uang bergerak dan diperdagangkan di era digital. Namun, pertumbuhan cepat ini juga mengundang kekhawatiran terkait persaingan dengan sektor perbankan tradisional dan risiko stabilitas pasar.
Kesimpulannya, Tether dengan ekspansi besar di Treasury dan token emas menjadi contoh bagaimana dunia keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin menyatu. Perkembangan ini membuka peluang besar tapi juga membawa tantangan regulasi dan risiko pasar yang harus dihadapi untuk menjaga ekosistem digital tetap sehat dan stabil.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Peningkatan kepemilikan stablecoin terhadap US Treasury berpotensi menciptakan risiko sistemik karena kurangnya transparansi dan pengawasan yang ketat dalam sektor digital ini.Christine Lagarde
Adopsi aset digital oleh institusi besar dapat mempercepat transformasi keuangan tapi harus diimbangi dengan regulasi yang memastikan keamanan dan stabilitas pasar.Paolo Ardoino
Tether melihat portofolio Treasury dan emas tokenized sebagai bukti konsep dan jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain yang mendukung ekosistem digital yang lebih besar.