AI summary
Tether telah melampaui beberapa negara besar dalam kepemilikan utang AS, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Keuntungan Tether diproyeksikan meningkat pesat dalam beberapa tahun mendatang. Token XAUt menunjukkan potensi yang besar dengan nilai pasar yang terus meningkat. Tether, perusahaan di balik stablecoin terbesar dunia USDT, telah berhasil menjadi pemegang utang Amerika Serikat ke-17 terbesar dengan portofolio mencapai $135 miliar. Pencapaian ini membuat Tether mengungguli beberapa negara maju seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Jerman dalam hal kepemilikan surat utang Pemerintah AS.Pada tahun ini, Tether telah menunjukkan pertumbuhan pesat pada keuntungan, dimana pada 2024 perusahaan ini mencatatkan keuntungan bersih sebesar $13 miliar, naik signifikan dari $6,2 miliar pada tahun sebelumnya. CEO Tether, Paolo Ardoino, memperkirakan keuntungan akan hampir mencapai $15 miliar pada 2025.Keberhasilan ini menjadikan USDT stablecoin yang didukung oleh aset likuid dan terpercaya, sekaligus meningkatkan kredibilitasnya di mata pengguna dan investor. USDT juga saat ini mendominasi pasar stablecoin dengan lebih dari 500 juta pengguna terverifikasi di seluruh dunia.Selain USDT, ekosistem Tether juga berkembang pesat dengan token berbasis emasnya, XAUt, yang baru-baru ini melewati nilai pasar sebesar $1 miliar setelah harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Ini menandai diversifikasi aset yang juga menjadi kekuatan bagi Tether.Momen penting ini menandai sebuah pencapaian bersejarah dimana sebuah entitas berbasis kripto berhasil melampaui negara industri besar dalam hal kepemilikan obligasi pemerintah. Hal ini bukan hanya meningkatkan posisi Tether, tetapi juga mengisyaratkan masa depan di mana aset kripto dan tradisional saling terkait erat.
Keberhasilan Tether melewati negara-negara besar dalam kepemilikan utang AS menunjukkan pergeseran besar dalam lanskap keuangan global yang tidak boleh diabaikan oleh regulator dan investor. Namun, ketergantungan pada obligasi pemerintah AS menandakan risiko tertentu jika kondisi pasar atau kebijakan AS berubah drastis.