AI summary
Oracle dianggap sebagai salah satu saham AI terbaik di tengah pemotongan suku bunga Fed. Laporan tentang margin Oracle dianggap tidak terdukung dan lebih mirip dengan rumor. OpenAI mungkin memerlukan pendanaan yang sangat besar untuk memenuhi komitmennya, yang dapat mempengaruhi keputusan investasi Oracle. Investasi saham kecerdasan buatan (AI) menarik banyak perhatian investor tahun ini, terutama setelah kebijakan pemotongan suku bunga oleh The Fed. Oracle Corp disebut sebagai salah satu saham AI yang menjanjikan karena keterlibatannya dalam proyek AI besar, termasuk kerjasama dengan OpenAI.Namun, muncul laporan dari The Information yang menyebut margin keuntungan Oracle menurun, yang kemudian dibantah oleh analis Jim Lebenthal dari Cerity Partners sebagai rumor yang tidak terbukti dan belum ada bukti kuat dari pihak Oracle sendiri.OpenAI diproyeksikan membutuhkan dana hingga 115 miliar dolar dalam lima tahun ke depan dan belum diperkirakan untung sampai 2030, meski ada investasi besar 100 miliar dolar dari Nvidia. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Oracle harus meminjam puluhan miliar dolar untuk membangun data center yang cukup mendukung proyek ini.Oracle mencatat lonjakan besar dalam kontrak terkait AI, dengan obligasi kelanjutan kontrak (RPO) meningkat sebesar 317 miliar dolar menjadi sekitar 455 miliar dolar, didorong oleh empat kontrak multibiliar dolar yang berkaitan dengan beban kerja model bahasa besar.Meski Oracle menjanjikan, beberapa analis berpendapat saham AI lain bisa menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar dengan risiko penurunan yang lebih rendah. Investor disarankan untuk mempertimbangkan laporan lengkap dan berbagai opsi saham AI yang ada di pasar.
Kerjasama Oracle dengan OpenAI menunjukkan potensi besar dalam pengembangan AI, tapi kekhawatiran soal dana besar dan profitabilitas jangka panjang tidak bisa diabaikan. Investor harus memantau dengan cermat perkembangan kerja sama ini sebelum mengambil keputusan investasi besar.