Oracle Jadi Pemain Utama AI, Tapi Investor Waspadai Risiko Keuangan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Sep 2025
119 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Oracle Corp menunjukkan pertumbuhan yang signifikan berkat investasi AI.
OpenAI membutuhkan dana besar untuk mendukung operasionalnya, yang menimbulkan kekhawatiran bagi analis.
Meskipun prospek Oracle positif, ada saham AI lain yang mungkin lebih menjanjikan untuk investasi.
Oracle Corporation saat ini menjadi sorotan para analis sebagai salah satu saham penting dalam investasi AI yang sedang berkembang pesat. Pendapatan terbaru dan perkiraan perusahaan menunjukkan prospek positif, terutama karena keterlibatan erat Oracle dengan OpenAI sebagai penyedia infrastruktur komputasi AI. Hal ini membuat saham Oracle meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.
OpenAI sendiri diperkirakan akan menghabiskan dana miliaran dolar dalam lima tahun ke depan untuk kebutuhan komputasi, termasuk menghasilkan teknologi AI yang semakin kuat. Investasi besar ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Oracle, karena mereka menyediakan bagian penting dari infrastruktur tersebut. Ada juga kabar bahwa Oracle akan menandatangani kontrak AI dengan Meta senilai 20 miliar dolar AS, yang semakin menguatkan posisi mereka.
Namun, beberapa analis berhati-hati karena OpenAI diperkirakan akan mengalami kerugian besar dan baru bisa untung pada tahun 2030. Total kebutuhan sumber dana OpenAI bisa mencapai 200 miliar dolar AS, dan Oracle diperkirakan harus meminjam dana puluhan miliar untuk membangun data center agar memenuhi kebutuhan tersebut. Valuasi saham Oracle yang sudah naik tinggi juga menjadi perhatian tersendiri.
Loomis Sayles Growth Fund mendukung investasi pada Oracle dengan alasan perusahaan ini memiliki posisi kuat di pasar software enterprise dan cloud. Mereka juga menilai Oracle memiliki keunggulan pada manajemen, portofolio teknologi, dan loyalitas pelanggan yang sulit digantikan. Namun, mereka tetap melihat bahwa ada saham AI lain yang mungkin lebih menguntungkan dan berisiko lebih rendah dibandingkan Oracle.
Secara keseluruhan, Oracle tampaknya siap untuk terus mengambil peran penting dalam kebutuhan komputasi AI yang sedang booming, tapi investor harus tetap waspada terhadap risiko finansial dan valuasi yang tinggi. Perkembangan kontrak dengan Meta dan peran OpenAI bisa menjadi penentu utama masa depan Oracle di pasar AI.
Analisis Ahli
Adam Crisafulli
Industri AI terus didukung oleh pemain besar seperti OpenAI yang mengeluarkan dana besar, mendorong optimisme terhadap Oracle sebagai pemasok utama infrastruktur AI.Loomis Sayles Growth Fund
Oracle memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dan basis pelanggan yang loyal, tetapi beberapa saham AI lain mungkin menawarkan potensi imbal hasil lebih besar dengan risiko lebih kecil.