Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Oracle dan AI: Cloud Khusus AI dengan Kontrak Miliaran Dolar Buka Peluang Besar

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (5mo ago) artificial-intelligence (5mo ago)
28 Sep 2025
72 dibaca
2 menit
Oracle dan AI: Cloud Khusus AI dengan Kontrak Miliaran Dolar Buka Peluang Besar

Rangkuman 15 Detik

Oracle sedang membangun pusat data khusus untuk AI yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhannya.
Kemitraan dengan OpenAI dan Meta Platforms menunjukkan potensi Oracle dalam cloud computing.
Oracle memiliki strategi multicloud yang memungkinkan mereka melayani pelanggan dari berbagai penyedia layanan cloud.
Oracle kini fokus mengembangkan pusat data yang didesain khusus untuk memproses kecerdasan buatan (AI). Berbeda dengan raksasa cloud lain seperti Amazon AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud yang melayani keperluan umum, Oracle mengincar pasar AI dengan pusat data baru yang lebih cepat dan efisien. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk menjalankan proses AI dengan biaya dan waktu yang lebih rendah. Baru-baru ini, kabar besar datang dari Oracle setelah harga sahamnya melonjak 36% dalam satu sesi perdagangan pada tanggal 10 September. Lonjakan ini didorong oleh rencana Oracle untuk meningkatkan pendapatan layanan cloud mereka lebih dari 14 kali dalam lima tahun ke depan. Oracle juga sedang berunding dengan Meta Platforms untuk kontrak cloud sebesar 20 miliar dolar AS yang akan memperkuat kehadiran mereka dalam dunia AI. Selain itu, Oracle bekerja sama dengan OpenAI dalam membangun lima pusat data baru sebagai bagian dari proyek Stargate dengan investasi lebih dari 300 miliar dolar AS. Investasi ini bertujuan memperluas kapasitas hingga 10 gigawatt dalam beberapa tahun mendatang. Teknologi ini memungkinkan Oracle dan OpenAI menjalankan model AI canggih dengan lebih cepat dan hemat energi. Oracle juga memiliki model bisnis multicloud yang memungkinkan perusahaan menggunakan layanan database Oracle bahkan saat menjalankan aplikasi di cloud lain seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Pendekatan ini mengurangi kebutuhan untuk memindahkan data sepanjang waktu sehingga menekan biaya dan mempercepat proses pemrosesan AI. Strategi ini membuat Oracle tetap relevan dan kompetitif meskipun bukan pemain pertama di industri cloud. Meski harga saham Oracle kini tergolong mahal dengan rasio harga terhadap pendapatan (PER) sekitar 46,1 kali, potensi pertumbuhan dari kemitraan besar dengan Meta dan OpenAI serta fokus pada pusat data AI membuatnya menjadi pilihan menarik bagi investor yang berani mengambil risiko. Ke depannya, Oracle diprediksi bisa menjadi cloud pilihan utama untuk pengembangan AI pada tahun 2031.

Analisis Ahli

Daniel Foelber
Oracle punya posisi unik sebagai penyedia cloud yang menggabungkan kekuatan database dan layanan AI, membuatnya menarik bagi investor yang siap mengambil risiko besar di sektor teknologi canggih.