AI summary
Alaska Airlines mengalami gangguan sistem TI yang menyebabkan penghentian seluruh penerbangan. Maskapai berkomitmen untuk memulihkan operasionalnya secepat mungkin meskipun ada kemungkinan gangguan lanjutan. Pendapatan Alaska Air Group meningkat sebesar 23% dibandingkan tahun lalu meskipun terjadi masalah operasional. Alaska Airlines, maskapai penerbangan asal Amerika Serikat, mengalami gangguan besar pada sistem teknologi informasinya yang menyebabkan seluruh penerbangan dihentikan di berbagai bandara. Gangguan ini berlangsung sejak Kamis malam dan berakhir pada Jumat malam waktu setempat, memaksa maskapai membatalkan lebih dari 229 penerbangan.Gangguan sistem ini tidak hanya mempengaruhi Alaska Airlines tetapi juga anak perusahaannya, Horizon Air. Administrasi Penerbangan Federal menyatakan penghentian penerbangan sementara berlangsung selama lebih dari 24 jam sebelum akhirnya operasi bisa mulai pulih kembali.Alaska Airlines menyatakan sedang berupaya mengembalikan operasi secepat dan seaman mungkin, namun memperingatkan bahwa gangguan penerbangan masih bisa terjadi selama proses pemulihan berlangsung. Hingga kini, penyebab pasti gangguan sistem belum diungkapkan kepada publik.Selain gangguan ini, Alaska Airlines pernah mengalami masalah TI serupa pada Juli 2025, ketika seluruh penerbangan sempat dihentikan selama sekitar tiga jam. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kestabilan sistem teknologi yang digunakan oleh maskapai tersebut.Meski menghadapi gangguan operasional, Alaska Air Group melaporkan pendapatan kuartal ketiga sebesar US$3,77 miliar atau sekitar Rp61,6 triliun, naik 23% dibanding periode tahun sebelumnya. Namun, panggilan laporan pendapatan mereka ditunda agar fokus pada pemulihan operasional dan dukungan pelanggan.
Gangguan TI yang berulang pada maskapai besar seperti Alaska Airlines menunjukkan kurangnya kesiapan dalam menghadapi risiko teknologi kritis yang berdampak langsung pada kelancaran penerbangan dan kepuasan pelanggan. Perusahaan harus segera berinvestasi pada penguatan sistem TI dan merancang protokol pemulihan yang lebih efektif agar tidak mengulang masalah serupa dan menjaga reputasi mereka.