Amazon PHK 30 Ribu Karyawan Demi Tingkatkan Investasi AI dan Efisiensi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Okt 2025
141 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon melakukan PHK besar-besaran untuk menghemat biaya.
Gangguan pada AWS menyebabkan banyak layanan penting tidak dapat diakses.
Investasi dalam kecerdasan buatan menjadi fokus utama bagi Amazon ke depan.
Amazon mengumumkan rencana untuk memecat sekitar 30 ribu karyawan, yang merupakan 10% dari total tenaga kerjanya. PHK ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menghemat biaya setelah baru-baru ini mengalami gangguan besar pada unit layanan cloud mereka, Amazon Web Services (AWS), yang berdampak pada berbagai layanan populer di internet.
Gangguan pada AWS tidak hanya memengaruhi layanan AWS saja tetapi juga menyebabkan masalah akses pada banyak layanan lain seperti platform streaming Disney+, perbankan, hingga aplikasi pesan populer seperti WhatsApp dan Signal. Gangguan ini berlangsung selama berjam-jam dan berdampak signifikan pada pengalaman pengguna.
Meski melakukan PHK besar-besaran, Amazon memastikan bahwa bagian distribusi dan gudang yang mempekerjakan mayoritas 1,5 juta karyawan mereka tidak terdampak kebijakan ini. Fokus utama dari PHK ini adalah pada divisi yang berhubungan dengan teknologi dan operasional yang dapat dirampingkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan.
CEO Amazon, Andy Jassy, menyoroti bahwa investasi pada teknologi AI sangat penting bagi perusahaan, karena AI dapat merampingkan operasi kerja dan meningkatkan interaksi digital dengan pelanggan. Amazon berharap teknologi ini mampu mengubah secara signifikan pengalaman pelanggan dan mendongkrak efisiensi perusahaan.
Ke depan, AWS akan mendapat sorotan khusus saat laporan pendapatan kuartal berikutnya, terutama mengenai dampak gangguan baru-baru ini dan bagaimana investasi besar dalam AI akan meningkatkan margin dan pendapatan perusahaan. Analis memperkirakan Amazon berada dalam tekanan besar untuk menunjukkan hasil dari investasi ini.
Analisis Ahli
Sky Canaves
AWS akan berada dalam tekanan untuk mempercepat pendapatan dan margin operasi karena investasi AI yang besar.
