Alaska Airlines Hentikan Semua Penerbangan Karena Gangguan Sistem TI Besar
Teknologi
Keamanan Siber
21 Jul 2025
34 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Alaska Airlines mengalami gangguan IT yang menyebabkan penutupan seluruh penerbangannya.
Gangguan ini berdampak pada lebih dari 200 pesawat dan mengakibatkan penundaan yang berkepanjangan.
Ada spekulasi tentang kemungkinan serangan siber terkait dengan kejadian ini.
Pada dini hari Senin, Alaska Airlines harus menghentikan semua penerbangannya selama hampir tiga jam akibat gangguan besar pada sistem teknologi informasi mereka. Gangguan ini berawal pada malam Minggu dan memengaruhi lebih dari 200 pesawat, termasuk yang dioperasikan oleh Horizon Air, anak perusahaan regional mereka. FAA bahkan memperluas perintah penghentian penerbangan untuk mencakup Horizon Air demi keselamatan.
Walaupun penerbangan mulai beroperasi kembali sekitar pukul 2 pagi waktu setempat, Alaska Airlines memperingatkan bahwa dampak gangguan ini akan terasa sepanjang hari dengan kemungkinan keterlambatan dan masalah logistik lainnya. Mereka membutuhkan waktu untuk mengatur ulang jadwal penerbangan dan penempatan kru.
Alaska Airlines merupakan maskapai berukuran besar dengan ratusan pesawat Boeing dan Embraer yang melayani rute-rute di lima negara dengan total pelanggan lebih dari 44 juta per tahun. Ini bukan gangguan pertama yang dialami maskapai ini dalam beberapa bulan terakhir, karena sebelumnya mereka juga mengalami masalah sistem yang memengaruhi perhitungan berat pesawat pada April 2024.
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab gangguan kali ini, spekulasi muncul terkait serangan dunia maya. Hal ini karena bertepatan dengan peringatan dari Microsoft tentang serangan aktif yang menargetkan perangkat lunak servernya, yang banyak digunakan oleh berbagai industri. Ancaman siber terhadap dunia penerbangan memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa ini menambah daftar insiden teknologi dan keamanan data yang menimpa perusahaan penerbangan global, termasuk insiden pencurian data yang menimpa maskapai Qantas di Australia pada Juli lalu. Hal ini menandakan pentingnya peningkatan sistem keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi gangguan siber yang dapat berdampak besar pada operasional penerbangan.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Industri penerbangan merupakan target yang sangat menarik bagi peretas karena dampaknya yang luas terhadap ekonomi dan mobilitas publik, sehingga investasi dalam pertahanan siber harus menjadi prioritas utama.Bruce Schneier
Gangguan IT besar seperti ini mengindikasikan adanya kegagalan dalam sistem keamanan dan pengelolaan risiko yang harus segera diatasi untuk mencegah konsekuensi yang lebih parah.

