Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Octopus, Startup Daur Ulang Hamish Daud, Terjebak Masalah Gaji dan Manajemen

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (5mo ago) startups (5mo ago)
24 Okt 2025
279 dibaca
2 menit
Octopus, Startup Daur Ulang Hamish Daud, Terjebak Masalah Gaji dan Manajemen

Rangkuman 15 Detik

Octopus mengalami masalah serius terkait pembayaran gaji karyawan.
Hamish Daud mengundurkan diri dari posisinya di Octopus setelah menghadapi kritik.
Nasib Octopus kini tidak jelas, dengan informasi yang menunjukkan bahwa perusahaan mungkin sudah gulung tikar.
Hamish Daud dan empat rekannya mendirikan sebuah startup bernama Octopus yang fokus pada pengelolaan sampah daur ulang agar memberikan dampak positif bagi lingkungan. Startup ini berhasil menarik investasi sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat yang akan digunakan untuk pengembangan fasilitas pemilahan sampah di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan Makassar. Namun, setelah beberapa bulan, banyak karyawan Octopus mengeluhkan bahwa mereka belum menerima gaji selama berbulan-bulan. Selain itu, keluhan lain juga muncul terkait hak-hak karyawan seperti BPJS kesehatan yang tidak bisa diakses karena perusahaan menunggak pembayarannya. Isu ini akhirnya viral setelah beberapa warganet dan karyawan membagikan cerita mereka di media sosial. Situasi semakin memburuk ketika CEO perusahaan yang bernama Mohammad Ichsan bersama CMO Hamish Daud dikabarkan menghilang dan tidak memberikan klarifikasi terkait kondisi perusahaan dan nasib karyawan. Belakangan diketahui juga adanya ketidaksesuaian latar belakang pendidikan CEO yang selama ini diumumkan. Pada bulan Februari 2024, Hamish Daud mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi sebagai CMO dan Co-Founder Octopus melalui media sosial. Dia menyatakan alasan pribadi dan meyakini bahwa perusahaan masih bisa bangkit kembali, meskipun kondisi saat ini menunjukkan bahwa nasib Octopus sangat tidak jelas dengan situs dan media sosial resmi yang sudah tidak aktif. Kasus ini menjadi peringatan penting bagi dunia startup, terutama yang bergerak di industri hijau dan daur ulang, bahwa pengelolaan keuangan dan perlakuan terhadap karyawan harus menjadi prioritas utama agar tujuan lingkungan dan sosial yang diusung dapat tercapai dengan baik dan berkelanjutan.

Analisis Ahli

Ahmad Fauzi (Pakar Startup dan Investasi Indonesia)
Masalah pembayaran gaji mencerminkan masalah likuiditas dan manajemen keuangan yang krusial, yang seharusnya sudah terdeteksi lebih awal oleh investor. Penting bagi startup untuk menjaga komitmen terhadap karyawan sebagai aset utama agar dapat bertahan di industri yang menantang.