AI summary
Banyak pendiri startup memilih untuk meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan untuk mengejar peluang baru. Perpindahan pendiri ke posisi di pemerintahan atau bidang lain menunjukkan tren yang signifikan dalam dunia bisnis. Investasi di startup baru menjadi pilihan bagi pendiri yang telah meninggalkan perusahaan mereka. Banyak pendiri startup besar di Indonesia memilih meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan setelah beberapa tahun beroperasi. Tren ini juga terlihat di luar negeri, seperti pada kasus Travis Kalanick dari Uber. Hal ini menandai perubahan siklus dalam perkembangan startup.Contohnya, Bukalapak kehilangan kehadiran ketiga pendirinya mulai akhir 2019 hingga pertengahan 2020. Mereka fokus pada kegiatan baru seperti berinvestasi di startup baru dan menjabat peran lain di luar Bukalapak.Di Tokopedia, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison juga sudah melepas peran mereka. William beralih ke posisi komisaris di GoTo dan kemudian meninggalkan jabatan co-chairman. Leontinus aktif di bidang politik dan pemerintahan.Pendiri Gojek Nadiem Makarim hengkang ke pemerintahan sebagai Menteri Pendidikan sementara rekan pendirinya, Kevin Aluwi, mengejar bisnis di sektor Web3, teknologi iklim, dan gaming. Hal ini menunjukkan diversifikasi karir pendiri startup.Tokocrypto mengalami perubahan setelah Binance menjadi pemegang saham mayoritas, yang kemudian membuat pendirinya Pang Xue Kai fokus pada startup Web3 baru. Pendirinya lainnya juga aktif di berbagai posisi strategis di industri keuangan dan teknologi.
Perpindahan pendiri startup besar dari perusahaan mereka menandakan kematangan ekosistem startup di Indonesia, di mana peran mereka pun berkembang ke ranah yang lebih luas seperti pemerintahan dan teknologi baru. Namun, perusahaan harus menyiapkan struktur manajemen yang kuat agar tetap stabil setelah para pendiri pergi.