Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Banyak Startup Terkenal di Indonesia Tutup, Ini Penyebab dan Dampaknya

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
News Publisher
05 Okt 2025
109 dibaca
1 menit
Banyak Startup Terkenal di Indonesia Tutup, Ini Penyebab dan Dampaknya

AI summary

Banyak startup di Indonesia yang tidak mampu bertahan akibat persaingan yang ketat dan tantangan operasional.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi penutupan banyak startup.
Pengumuman penutupan oleh beberapa startup menunjukkan dampak signifikan terhadap karyawan dan mitra mereka.
Indonesia pernah menjadi ladang subur bagi perkembangan startup teknologi dengan dukungan dana investor yang besar. Namun, perjalanan para startup ini tidak selalu mulus. Seiring waktu, banyak perusahaan rintisan yang awalnya sukses justru harus menutup operasional mereka karena berbagai kendala.Beberapa alasan utama kegagalan startup tersebut meliputi kehabisan modal, sulitnya mendapatkan pendanaan baru, serta dampak besar dari pandemi Covid-19 yang mengubah pasar secara drastis. Contohnya, Zenius, salah satu startup pendidikan, berhenti beroperasi sementara karena tantangan operasional.Perusahaan e-commerce seperti JD.ID dan Rumah.com juga mengumumkan penutupan layanan mereka secara resmi. JD.ID memilih fokus pada jaringan logistik internasional, sedangkan Rumah.com berhenti beroperasi dengan PHK terhadap sejumlah pegawai mereka.Selain itu, bisnis hotel dan agregator penginapan seperti Airy Rooms terpaksa menghentikan operasionalnya akibat turunnya permintaan selama pandemi yang membuat pasar hampir lumpuh. Startup lainnya seperti Fabelio dan CoHive bahkan harus dinyatakan pailit oleh pengadilan.Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki ekosistem startup yang dinamis, persaingan ketat dan faktor eksternal besar seperti pandemi memaksa banyak pemain keluar dari pasar. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan yang mampu berinovasi dan beradaptasi untuk bertahan dan berkembang.

Experts Analysis

William Tanuwijaya
Kegagalan startup yang terjadi memperlihatkan pentingnya fokus pada model bisnis yang tahan banting dan strategi pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan, bukan sekedar mengejar pertumbuhan pengguna.
Nadiem Makarim
Ekosistem startup Indonesia memerlukan regulasi dan dukungan yang lebih baik untuk mempertahankan startup yang inovatif, terutama dalam menghadapi tantangan eksternal seperti pandemi.
Editorial Note
Kegagalan beberapa startup ternama ini menunjukkan bahwa kecepatan pertumbuhan saja tidak cukup tanpa manajemen keuangan yang solid dan adaptasi terhadap dinamika pasar, termasuk pandemi. Ini menandakan bahwa investor dan pendiri harus lebih fokus pada kelangsungan bisnis dan kesiapan menghadapi krisis daripada sekedar ekspansi agresif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.