Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Melonjak Saat Utang Nasional AS Tembus 38 Triliun Dolar

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
24 Okt 2025
276 dibaca
2 menit
Bitcoin Melonjak Saat Utang Nasional AS Tembus 38 Triliun Dolar

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dengan meningkatnya utang nasional AS.
Ketidakpastian politik dan kebijakan tarif dapat mempengaruhi pasar kripto dan harga Bitcoin.
Peran Federal Reserve sangat penting dalam menentukan arah kebijakan moneter yang mempengaruhi pasar.
Pada 23 Oktober, harga Bitcoin sempat menembus angka 110.000 dolar meskipun hanya dalam waktu singkat. Lonjakan ini didorong oleh kekhawatiran para trader terhadap inflasi akibat lonjakan utang nasional AS yang mencapai 38 triliun dolar, rekor tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut. Utang nasional AS ini dibiayai melalui penjualan surat utang seperti Treasury bills kepada berbagai investor, termasuk lembaga besar dan pemerintahan asing. Pertambahan utang ini sering dipandang sebagai tanda potensi inflasi karena pemerintah mungkin mencetak lebih banyak uang untuk membiayainya. Dalam situasi seperti ini, Bitcoin menjadi alternatif populer sebagai aset lindung nilai karena sifatnya yang langka dan terdesentralisasi, berbeda dengan mata uang fiat yang dicetak oleh pemerintah. Namun, harga Bitcoin gagal bertahan di atas level 110.000 dolar karena adanya zona resistensi yang kuat. Faktor politik seperti ancaman tarif perdagangan dari Presiden Donald Trump terhadap China dan kebuntuan politik di Kongres AS yang menyebabkan shutdown pemerintah juga menambah ketidakpastian pasar. Selain itu, Federal Reserve menghadapi keterbatasan data penting yang bisa mempersulit pengambilan keputusan terkait suku bunga. Meski pasar crypto semakin tahan terhadap volatilitas yang dipicu oleh kebijakan Trump, perkembangan tarif dan kebuntuan politik merupakan faktor penting yang harus terus diperhatikan oleh para investor dan trader agar bisa mengantisipasi pergerakan harga Bitcoin di masa depan.

Analisis Ahli

PlanB (Pencipta Model Stock-to-Flow Bitcoin)
Bitcoin akan terus berperan sebagai lindung nilai inflasi terutama saat utang nasional AS meningkat dan kepercayaan terhadap mata uang fiat menurun.