Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Diprediksi Turun Singkat Di Bawah 100 Ribu USD Sebelum Naik Lagi

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
23 Okt 2025
87 dibaca
2 menit
Bitcoin Diprediksi Turun Singkat Di Bawah 100 Ribu USD Sebelum Naik Lagi

TLDR

Bitcoin mungkin akan mengalami penurunan di bawah $100,000, tetapi ini bisa menjadi peluang investasi terakhir.
Faktor likuiditas dan pergerakan antara emas dan Bitcoin sangat mempengaruhi pasar crypto.
Peluncuran AAVE V4 dan peristiwa lain menunjukkan tren adopsi DeFi yang terus meningkat.
Bitcoin kini berada di titik krusial dengan harga yang mendekati angka psikologis 100.000 dolar AS. Beberapa trader mengantisipasi penurunan sementara di bawah level ini, sementara yang lain melihat ini sebagai kesempatan beli terakhir sebelum harga melonjak lagi. Situasi ini menarik perhatian karena dipengaruhi oleh hubungan pasar antara Bitcoin dan emas, kondisi likuiditas global, serta pola teknikal harga Bitcoin yang kuat.Geoff Kendrick, pakar riset di Standard Chartered, menyatakan bahwa kemungkinan penurunan Bitcoin di bawah 100.000 dolar AS hanya sementara dan bisa menjadi titik beli terakhir yang penting. Ia menyoroti tiga faktor utama yang akan menentukan momentum Bitcoin berikutnya, yaitu arus dana antara emas dan Bitcoin, kondisi likuiditas pasar, serta level dukungan teknikal seperti moving average 50-mingguan yang telah bertahan sejak awal 2023.Selain itu, terjadi pergerakan menarik antara emas dan Bitcoin, di mana penjualan emas yang tajam bertepatan dengan kenaikan harga Bitcoin. Namun, meskipun emas mengalami koreksi, ia masih dianggap sebagai aset diversifikasi penting. Kevin Rusher dari RAAC juga menekankan bahwa emas memberikan perlindungan risiko dalam portofolio, walaupun saat ini belum ada cara sederhana untuk mendapatkan hasil dari emas selain sebagai lindung nilai.Likuiditas pasar yang mulai mengencang juga menjadi sorotan, dengan kemungkinan The Fed akan melakukan penyesuaian terhadap program pengurangan likuiditasnya jika kondisi pasar dianggap sudah terlalu ketat. Hal ini bisa menjadi katalis yang signifikan untuk Bitcoin dan aset berisiko lainnya jika terjadi pergeseran kebijakan. Selain itu, berita lain termasuk pengajuan ETF kripto oleh perusahaan besar, persetujuan ETF Solana di Hong Kong, serta peretasan pada platform Bunni DEX.Secara teknikal, Bitcoin memperlihatkan tren yang tetap kuat dengan level support penting di moving average 50-mingguan. Prediksi dari Standard Chartered menyebutkan kemungkinan Bitcoin mencapai harga 200.000 dolar AS pada akhir kuartal keempat 2025, membawa sentimen optimisme hati-hati di kalangan institusi. Momen-momen ke depan akan sangat menentukan arah kenaikan Bitcoin ke level tertinggi baru.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.