Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Melonjak Lewati 123.000 Dolar, Apa Risiko dan Peluangnya?

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
09 Okt 2025
111 dibaca
2 menit
Bitcoin Melonjak Lewati 123.000 Dolar, Apa Risiko dan Peluangnya?

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin menunjukkan tren bullish yang kuat, didukung oleh aliran ETF dan akumulasi whale.
Emas mencapai rekor tertinggi akibat ketidakpastian di pasar global dan permintaan dari bank sentral.
Pasar saham Jepang mengalami kenaikan yang signifikan, didorong oleh kebijakan ekspansif dan akuisisi besar.
Bitcoin mulai hari ini diperdagangkan di atas 123.000 dolar AS, dipengaruhi oleh aliran dana ETF dan akumulasi oleh para investor menengah yang percaya bahwa harga ini belum mencapai puncak. Tiga analisis pasar utama menunjukkan dukungan struktural yang kuat meski ada risiko dari posisi leverage tinggi yang mengintai. QCP Capital menyatakan bahwa dana investor sedang bergeser dari saham AI yang sudah terlalu tinggi ke aset yang dianggap lebih dapat diandalkan seperti emas dan Bitcoin, terutama karena ketidakpastian kebijakan yang meningkat. Sementara itu, Glassnode menyoroti bahwa akumulasi oleh investor menengah mengubah level resistensi menjadi support, dan CryptoQuant menunjukkan bahwa aksi ambil untung masih rendah dibandingkan dengan puncak-puncak pasar sebelumnya. Meski sentimen bullish mendominasi, pasar juga menunjukkan tanda-tanda kewaspadaan karena tingkat leverage tinggi, posisi opsi call yang banyak, dan open interest di futures yang mencapai rekor tertinggi. Ini membuat pasar rentan terhadap koreksi jika momentum penurunan mendadak terjadi. Ethereum juga menunjukkan tren positif dengan harga sekitar 4.516 dolar AS, didukung oleh optimisme terhadap upgrade Fusaka yang dijadwalkan pada Desember, serta minat institusional yang kembali ke aset layer-1 besar dan yield di ekosistem DeFi. Emas pun mencapai rekor tertinggi di atas 4.000 dolar AS karena faktor geopolitik dan permintaan bank sentral, khususnya dari China. Di pasar saham Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,1%, dipimpin melonjaknya saham SoftBank sebesar 10% setelah kesepakatan pembelian unit robotik ABB senilai 5,4 miliar dolar AS, serta antusiasme atas agenda ekspansionis Perdana Menteri terpilih Sanae Takaichi dan kebijakan moneter longgar yang berkelanjutan.

Analisis Ahli

QCP Capital
Melihat rotasi modal dari saham AI yang overextended ke aset 'credibility hedges' seperti emas dan Bitcoin karena ketidakpastian kebijakan.
Glassnode
Leverage harus direset dahulu agar rally stabil, saat ini sedang dalam tahap uji posisi leverage di pasar.
CryptoQuant
Profit-taking masih rendah jika dibandingkan dengan puncak pasar sebelumnya, menunjukkan ruang untuk kelanjutan rally sebelum euforia pasar.