Pasar Kripto Mengalami Tekanan: Bitcoin dan Ethereum Turun Karena Likuiditas Menipis
Finansial
Mata Uang Kripto
26 Agt 2025
274 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar cryptocurrency, khususnya Bitcoin dan Ethereum, menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan dengan likuiditas yang menipis.
Meskipun retail longs mengalami likuidasi, terdapat investasi besar dari entitas institusi dan kerajaan.
Ketidakpastian pasar dapat menyebabkan konsolidasi dan penurunan lebih lanjut, terutama menjelang bulan September yang historically lemah bagi Bitcoin.
Pasar kripto saat ini menunjukkan tanda-tanda ketegangan setelah harga Bitcoin turun menjadi di bawah 110.000 dollar AS dan Ethereum mendekati angka 4.300 dollar AS, akibat kombinasi likuiditas pasar yang menipis, arus keluar dana dari ETF besar, dan aktivitas blockchain yang melemah. Meskipun beberapa investor besar masih mengakumulasi, tekanan dari likuidasi ritel menyebabkan volatilitas tinggi dalam jangka pendek.
Bitcoin awalnya mencapai puncak lebih dari 117.000 dollar AS setelah pernyataan dovish dari Powell di Jackson Hole, tapi kemudian mengalami penolakan harga hingga turun 7% hanya dalam beberapa hari. Ethereum juga mengalami tekanan dengan penurunan hampir 8%, disusul oleh mata uang altcoin lain yang ikut melemah dan memicu likuidasi besar di pasar.
Data dari Glassnode menunjukkan bahwa tren pasar berubah dari euforia ke keadaan yang lebih rapuh, dengan momentum harga yang melemah dan arus keluar besar dari ETF mencapai satu miliar dollar AS. QCP Capital menyoroti bahwa penjualan besar Bitcoin oleh salah satu pemegang awal pasar memperlihatkan betapa tipisnya likuiditas pasar saat ini, yang menyebabkan gelombang likuidasi senilai setengah miliar dollar AS.
Meskipun demikian, analisis dari perusahaan market maker Enflux menunjukkan bahwa ada pergerakan besar di balik layar, seperti alokasi 2,55 miliar dollar AS dalam bentuk staking Ethereum dan kepemilikan 700 juta dollar AS Bitcoin oleh anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab. Ini menunjukkan bahwa ada investor institusional yang memanfaatkan volatilitas untuk menambah posisi mereka, berbeda dengan likuidasi massal oleh investor ritel.
Dengan biaya transaksi Bitcoin yang sangat rendah dan blok-blok yang diproses tanpa kemacetan, likuiditas di blockchain itu sendiri terlihat tipis. Kondisi ini mempersulit para penambang yang menghadapi pengurangan hadiah blok dan memperbesar kemungkinan pasar kripto mengalami konsolidasi dalam beberapa minggu ke depan, khususnya menjelang bulan September yang biasanya menjadi periode terlemah bagi Bitcoin.
Analisis Ahli
QCP Capital
Pasar menjadi semakin rapuh, terlihat dari dampak langsung jual besar pertama yang memicu likuidasi setengah miliar dollar AS.Glassnode
Pasar bergerak dari euforia ke fase rapuh dengan momentum spot melemah menuju kondisi oversold dan arus keluar ETF yang signifikan.