Penurunan Daya Pantul Bumi di Belahan Utara Percepat Pemanasan Global
Sains
Iklim dan Lingkungan
23 Okt 2025
80 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian menunjukkan bahwa Bumi mengalami penggelapan yang signifikan, terutama di belahan utara.
Ketidakseimbangan energi antara belahan utara dan selatan dapat mempercepat perubahan iklim global.
Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memahami perubahan dalam sistem energi Bumi.
Ilmuwan dari NASA menemukan bahwa Bumi, terutama di belahan utara, menjadi makin gelap selama 20 tahun terakhir karena menurunnya kemampuannya memantulkan cahaya matahari ke luar angkasa. Hal ini berarti Bumi menyerap lebih banyak energi matahari dari sebelumnya, yang dapat mempercepat pemanasan global.
Penelitian ini menggunakan data dari sistem Clouds and the Earth's Radiant Energy System (CERES) yang melacak energi matahari yang diserap Bumi dan energi yang dipancarkan kembali ke luar angkasa. Data menunjukkan belahan utara menerima lebih banyak energi matahari dibandingkan belahan selatan, dengan peningkatan 0,34 watt per meter persegi setiap dekade.
Penyebab utama dari fenomena ini adalah hilangnya lapisan es laut dan salju di wilayah Arktik, sehingga permukaan yang sebelumnya memantulkan cahaya menjadi lebih gelap dan menyerap panas lebih banyak. Selain itu, regulasi polusi udara di negara-negara industri membuat partikel aerosol berkurang, yang juga mengurangi pemantulan cahaya matahari oleh awan.
Meski ada peningkatan aerosol akibat peristiwa alam seperti kebakaran hutan dan letusan gunung berapi, efeknya tidak cukup besar untuk menyeimbangkan perubahan global yang terjadi. Ketidakseimbangan energi ini diperkirakan akan mengubah pola angin, arus laut, dan distribusi panas di seluruh dunia.
Para ilmuwan menekankan pentingnya meninjau kembali model iklim saat ini agar dapat memperhitungkan ketidakseimbangan ini dan dampaknya. Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi ini hanya sementara atau merupakan perubahan permanen dalam sistem energi Bumi.
Analisis Ahli
Norman G. Loeb
Perubahan daya pantul yang lebih signifikan di belahan utara menunjukkan ketidakseimbangan energi yang berpotensi besar untuk mempercepat pemanasan global dan mengganggu sistem iklim secara keseluruhan.
