Bunni DEX Tutup Setelah Kehilangan 8,4 Juta Dolar Karena Serangan Siber
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Okt 2025
33 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Peretasan Bunni mengungkapkan kerentanan dalam protokol DeFi dan pentingnya keamanan yang lebih kuat.
Tim Bunni menghadapi tantangan besar dalam memulihkan dana dan memutuskan untuk menghentikan operasi karena biaya yang terlalu tinggi.
Kadena juga menghentikan operasionalnya, menunjukkan kondisi pasar yang sulit bagi proyek-proyek crypto saat ini.
Bunni, sebuah protokol decentralized exchange (DEX) yang fokus pada Automated Market Makers (AMM), baru-baru ini mengalami peretasan besar sehingga mengakibatkan kerugian sebesar 8,4 juta dolar Amerika Serikat. Serangan ini terjadi pada awal September dan disebabkan oleh kesalahan pada logika kontrak pintar mereka. Teknik serangan termasuk penggunaan flashloan dan serangan sandwich yang memanipulasi likuiditas dalam pool mereka.
Setelah peretasan, nilai total yang terkunci di platform Bunni turun drastis dari 50,82 juta dolar menjadi hanya 1,3 juta dolar dalam waktu satu bulan, atau penurunan sebesar 97,44%. Kerusakan ini menyebabkan kepercayaan pengguna menurun dan menimbulkan tekanan besar pada tim pengembang yang hanya beranggotakan enam orang.
Bunni mencoba berbagai upaya untuk memulihkan kerugian, termasuk tawaran untuk membiarkan peretas mengambil 10% dari dana yang dicuri jika sebagian besar dikembalikan, namun gagal mendapatkan respons atau solusi. Kerentanan ditemukan dalam fitur penarikan di dua pool utama mereka di Unichain dan Ethereum.
Karena biaya besar untuk audit dan pemulihan yang diperkirakan mencapai ratusan ribu hingga jutaan dolar, serta waktu pengembangan yang lama, tim memutuskan untuk menutup dan menghentikan operasional Bunni. Mereka juga berencana mendistribusikan dana yang tersisa kepada pemegang token BUNNI, LIT, dan veBUNNI setelah proses hukum selesai.
Tim Bunni berharap teknologi dan inovasi yang mereka buat masih dapat dimanfaatkan secara terbuka karena kontrak pintar mereka telah diubah lisensinya menjadi MIT. Mereka juga bekerja sama dengan penegak hukum untuk mencoba mengembalikan dana yang dicuri, serta mengingatkan pentingnya keamanan di industri DeFi yang terus menghadapi ancaman besar.
Analisis Ahli
Andre Cronje
Kasus ini memperlihatkan pentingnya desain kontrak pintar yang benar-benar robust dan diuji secara mendalam, terutama untuk project dengan risiko besar seperti DEX.Layah Heilpern
Keamanan dan audit terus menjadi isu utama di DeFi, dan kegagalan menangani ini bisa berakibat fatal bagi proyek serta pengguna yang bergantung pada platform tersebut.