Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Mengalami Koreksi Jelang Data Inflasi, Apakah Harga Akan Bangkit Kembali?

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
22 Okt 2025
189 dibaca
2 menit
Bitcoin Mengalami Koreksi Jelang Data Inflasi, Apakah Harga Akan Bangkit Kembali?

Rangkuman 15 Detik

Pergerakan harga Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian sebelum rilis data CPI.
Pengurangan suku bunga oleh Federal Reserve dapat memberikan dorongan positif untuk pasar kripto.
Indikator analisis menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki potensi untuk naik meskipun ada tekanan pasar saat ini.
Bitcoin mengalami penurunan harga sebesar 3,5% dari level tertingginya di Rp 1.90 miliar ($114.000 k) e zona support sekitar Rp 1.79 juta ($107.000) –Rp 1.80 juta ($108.000) , setelah reli pendek di awal pekan sempat meningkatkan optimisme pasar. Penurunan kali ini membuat para trader merasa cemas menunggu pengumuman data inflasi Amerika Serikat yang sangat penting, yaitu Consumer Price Index (CPI) yang sempat tertunda akibat shutdown pemerintah. Data CPI yang akan dirilis pada 24 Oktober ini diyakini akan sangat mempengaruhi pasar, karena inflasi yang melambat dapat mendorong Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan suku bunga. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan bisa memperpanjang tekanan pada aset berisiko termasuk kripto seperti Bitcoin. Sejarah menunjukkan bahwa harga Bitcoin sering mencapai puncak lokal sebelum rilis CPI dan kemudian turun selama periode ketidakpastian. Namun, kali ini Bitcoin sudah dalam posisi turun signifikan sehingga pasar mungkin lebih sensitif terhadap berita positif dari data inflasi dan kebijakan The Fed. Volume perdagangan harian Bitcoin di platform Binance juga meningkat secara drastis sejak awal Oktober, mencerminkan minat beli dan aktivitas pasar yang lebih tinggi. Selain itu, sejumlah analis melihat bahwa rotasi modal dari emas menuju Bitcoin bisa menjadi pendorong kenaikan harga apabila sentimen risiko membaik. Secara teknikal, Bitcoin kini berada di fase koreksi dengan support penting di kisaran Rp 1.84 juta ($110.000) –Rp 1.87 juta ($112.000) dan berpotensi naik kembali ke level Rp 1.95 juta ($117.000) dan bahkan Rp 2.10 juta ($126.000) jika mampu mempertahankan level support dan momentum bullish kembali muncul. Namun, jika harga turun di bawah Rp 1.77 juta ($106.000) , skenario penurunan lebih dalam kemungkinan akan terjadi.

Analisis Ahli

Anas Hassan
Pola harga Bitcoin menjelang data CPI menampilkan kecenderungan reversal yang kuat, sehingga investor harus berhati-hati dan lebih fokus pada data inflasi dan keputusan Fed sebagai faktor penggerak utama pasar selanjutnya.