Amazon Percepat Otomatisasi, Bisa Gantikan 600.000 Pekerja Tahun 2033
Teknologi
Robotika
22 Okt 2025
226 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Amazon berencana untuk meningkatkan otomatisasi yang dapat menggantikan ratusan ribu pekerjaan.
Otomatisasi di Amazon dapat memengaruhi upah dan komposisi tenaga kerja, terutama di kalangan pekerja kulit hitam.
Perusahaan berusaha merubah persepsi publik tentang otomatisasi dengan bahasa yang lebih positif.
Amazon telah menggunakan robot di gudangnya selama lebih dari sepuluh tahun, dan kini berencana memperluas penggunaan otomatisasi secara drastis. Dokumen internal menunjukkan bahwa perusahaan berencana menggantikan hingga 600.000 pekerjaan dengan robot dalam waktu 10 tahun ke depan, sehingga bisa memenuhi permintaan tanpa perlu menambah pekerja manusia.
Meski begitu, Amazon belum memastikan apakah hal ini akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran. Saat ini perusahaan masih aktif membuka lowongan pekerjaan, terutama dengan 250.000 posisi baru yang direncanakan untuk musim liburan tahun ini, menunjukkan bahwa mereka masih memerlukan tenaga manusia dalam beberapa bidang.
Di beberapa fasilitas, seperti di Shreveport, Louisiana, robot telah mampu menangani sebagian besar proses pengemasan dan pengiriman, sehingga menurunkan kebutuhan tenaga manusia hingga 25%. Amazon berencana memperluas model ini ke sekitar 40 fasilitas lain pada 2027, serta menciptakan pekerjaan baru yang berfokus pada perawatan teknis robot.
Perusahaan juga berupaya mengubah cara komunikasi terkait otomatisasi dengan mengganti istilah seperti “robot” dan “AI” menjadi kata-kata yang terdengar lebih bersifat kolaboratif, seperti “advanced technology” atau “cobot”. Hal ini dilakukan untuk meredam kekhawatiran publik dan mengurangi persepsi negatif terkait penggantian manusia oleh mesin.
CEO Andy Jassy dan pimpinan Amazon berada di bawah tekanan dari para pemegang saham untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan mengurangi biaya tenaga kerja. Dengan otomatisasi, Amazon tidak hanya bisa menangani lebih banyak produk, tetapi juga menghindari risiko terkait serikat pekerja, karena robot tidak dapat melakukan aksi mogok atau mengorganisir sindikat.
Analisis Ahli
Justin Post
Fokus Amazon bergeser dari pertumbuhan menuju efisiensi selama tiga tahun terakhir, mendorong perusahaan untuk meningkatkan otomatisasi guna mengurangi biaya dan tenaga kerja.
