Apple Hadapi Gugatan Monopoli di China Meski iPhone 17 Laku Keras
Bisnis
Marketing
21 Okt 2025
279 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan iPhone 17 menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Apple menghadapi keluhan serius terkait praktik monopoli di China.
Ketegangan antara AS dan China mempengaruhi industri teknologi dan perusahaan-perusahaan besar.
Apple berhasil membangkitkan penjualan iPhone seri 17 yang baru diluncurkan dengan hasil penjualan awal sangat positif di China dan Amerika Serikat. Menurut riset dari Counterpoint dan IDC, penjualan dan pengiriman iPhone mengalami peningkatan yang menggembirakan di kuartal ketiga tahun 2025, seiring dengan desain baru dan fitur kamera yang lebih canggih.
Meski kesuksesan penjualan terjadi, Apple menghadapi tantangan hukum serius di China. Sekelompok pengguna yang berjumlah 55 orang mengajukan keluhan ke regulator pasar China, menyatakan bahwa Apple menyalahgunakan dominasinya dengan memaksa pengguna melakukan pembelian aplikasi secara eksklusif lewat sistem Apple, membatasi akses aplikasi hanya dari App Store, serta mengenakan komisi hingga 30%.
Keluhan ini muncul di tengah situasi yang sensitif yaitu ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat, kedua negara sedang bersaing dengan perang tarif dan pembatasan teknologi satu sama lain. Keluhan ini dimotori oleh pengacara Wang Qiongfei yang sebelumnya juga pernah mengajukan gugatan serupa yang ditolak pengadilan Shanghai pada tahun 2023.
Wang memperkirakan bahwa gugatan administratif yang diajukan ini dapat diproses lebih cepat oleh regulator dibandingkan gugatan perdata sebelumnya yang sedang dalam proses banding di Mahkamah Agung Rakyat China. Proses banding sudah didengarkan pada Desember 2024 namun putusan belum diumumkan.
Di tengah kondisi ini pula, China menjalankan serangkaian investigasi antimonopoli terhadap beberapa perusahaan teknologi AS lainnya, termasuk Qualcomm, yang menambah tekanan bagi perusahaan teknologi asing untuk menaati aturan ketat di pasar China.
Analisis Ahli
Wang Qiongfei
Gugatan administratif ini diprediksi akan diproses lebih cepat dan memberi dampak lebih nyata terhadap praktik bisnis Apple dibanding gugatan perdata sebelumnya yang ditolak.

