Penjualan iPhone di China Meningkat Tajam Setelah Dua Tahun Tertekan
Teknologi
Gadgets dan Wearable
04 Jul 2025
11 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjualan iPhone di China mengalami pertumbuhan positif setelah dua tahun penurunan.
Diskon dan promosi yang dilakukan Apple berhasil menarik minat konsumen di pasar China.
Huawei tetap menjadi pemimpin pasar smartphone di China meskipun menghadapi tantangan dari sanksi.
Penjualan iPhone di China naik 8% pada kuartal kedua 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menandai kenaikan pertama dalam dua tahun terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah Apple melakukan promosi besar-besaran selama bulan Mei 2025, termasuk diskon besar dan penyesuaian harga tukar tambah.
Apple sempat mengalami banyak tekanan di pasar China karena dominasi perusahaan lokal seperti Huawei dan Xiaomi. Huawei yang sebelumnya terkena sanksi AS, kini sukses kembali dan menjadi pemimpin pasar ponsel di China, bahkan menyingkirkan iPhone dari daftar ponsel terlaris.
Counterpoint Research mencatat Huawei masih berada di posisi pertama sebagai merek ponsel terlaris di China pada Q2 2025, diikuti Vivo di posisi kedua dan Apple yang naik ke posisi ketiga. Saham Huawei pun menunjukkan tren positif dengan kenaikan 12% sepanjang tahun 2025.
Selain tantangan persaingan, Apple juga menghadapi tekanan dari pemerintah AS. Presiden Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif jika Apple tidak memindahkan pabrik pembuatan iPhone ke AS, yang dianggap hampir mustahil karena rantai pasokan perusahaan yang sangat kompleks dan tersebar di berbagai negara.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, strategi promosi dan penyesuaian harga yang tepat di China berhasil membuat Apple bangkit kembali dan meningkatkan penjualannya, yang tentu saja disambut baik para investor yang sempat khawatir dengan performa saham Apple sepanjang tahun ini.
Analisis Ahli
Ethan Qi
Penyesuaian harga iPhone yang dilakukan pada Mei 2025 sangat tepat waktu dan membawa hasil positif bagi penjualan Apple di China.

