Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apple Hadapi Tantangan Berat: Tarif, Persaingan China dan Perlombaan AI

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
31 Jul 2025
279 dibaca
1 menit
Apple Hadapi Tantangan Berat: Tarif, Persaingan China dan Perlombaan AI

Rangkuman 15 Detik

Apple menghadapi tantangan besar di pasar global, terutama akibat tarif dan persaingan.
Perusahaan perlu beradaptasi dengan cepat terhadap tren teknologi, terutama dalam AI.
Kenaikan pendapatan layanan menunjukkan adanya diversifikasi dalam sumber pendapatan Apple.
Apple pernah menjadi perusahaan nomor satu dunia berdasarkan pendapatan produk iPhone dan layanan digitalnya. Namun, kini posisi dan kinerja Apple mulai meredup akibat beberapa masalah yang menghambat pertumbuhan bisnisnya. Salah satu masalah utama adalah tekanan tarif dari Amerika Serikat yang diberlakukan terhadap produk Apple yang dibuat di luar AS. Presiden Donald Trump bahkan mengancam tarif 25% untuk iPhone yang diproduksi di luar AS, termasuk India sebagai target pemindahan manufaktur Apple. Selain itu, pasar China yang merupakan pangsa pasar terbesar ketiga Apple juga menjadi tantangan besar. Perusahaan domestik China seperti Honor mulai agresif meluncurkan smartphone berteknologi AI yang membuat persaingan semakin ketat. Dalam hal teknologi AI, Apple dianggap terlalu hati-hati mengembangkan produk baru sehingga berisiko kehilangan peluang di gelombang pertumbuhan teknologi terbesar saat ini. Hal ini dapat mempengaruhi prospek pendapatan dan inovasi Apple ke depan. Meskipun ada kenaikan penjualan iPhone dan pendapatan layanan yang bertumbuh, perlambatan pada produk lainnya dan risiko perang dagang AS-China tetap menjadi beban berat bagi masa depan Apple.

Analisis Ahli

Gil Luria
Apple sangat berisiko terdampak perang dagang antara AS dan China sebelum tarif diberlakukan, yang memperburuk tantangan operasional dan keuangan perusahaan tersebut.