Tuduhan Serangan Siber Antara China dan AS Ancaman Infrastruktur Penting
Teknologi
Keamanan Siber
20 Okt 2025
210 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China dan Amerika Serikat saling menuduh melakukan serangan siber.
Serangan siber dapat mengganggu infrastruktur penting seperti jaringan komunikasi dan sistem keuangan.
Kementerian Keamanan Negara China mengklaim memiliki bukti serangan yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional AS.
China dan Amerika Serikat kembali saling menuduh melakukan serangan siber yang menargetkan sistem dan jaringan penting di dalam negeri masing-masing. Baru-baru ini, China menyampaikan bahwa mereka menjadi sasaran operasi serangan siber yang berlangsung lama dan dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional AS.
Menurut Kementerian Keamanan Negara China, serangan ini didasarkan pada pemanfaatan kerentanan dalam layanan pesan pada smartphone asing yang memungkinkan pelaku mengakses data dan kredensial pada tahun 2022. Data yang dicuri digunakan untuk memata-matai perangkat dan staf lembaga pemerintah China.
Serangan-serangan ini berpotensi mengganggu berbagai sistem penting seperti komunikasi, keuangan, pasokan listrik, hingga pusat layanan waktu standar nasional, yang merupakan bagian penting dari infrastruktur China dan dikelola oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China.
Sementara itu, kedutaan besar AS di Beijing tidak memberikan tanggapan langsung atas tuduhan tersebut dan justru menuding China sebagai pelaku serangan siber yang menyerang penyedia jaringan telekomunikasi baik di AS maupun global, dalam kampanye spionase yang luas.
Situasi ini memperlihatkan eskalasi ketegangan dalam dunia maya antara dua negara kuat ini, dengan potensi dampak besar tidak hanya untuk keamanan nasional masing-masing tetapi juga stabilitas hubungan internasional ke depan.
Analisis Ahli
Bruce Schneier (pakar keamanan siber)
Serangan siber lintas negara seperti ini biasanya bukan soal hack tunggal, melainkan bagian dari operasi intelijen jangka panjang yang sistematis dengan tujuan pengumpulan data strategis.Mikko Hyppönen (direktur riset F-Secure)
Ketegangan antara AS dan China di ruang siber memerlukan upaya transparansi dan kerjasama internasional agar risiko perang dunia maya dapat diminimalkan.

