Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

AS Minta Perusahaan Teknologi Cegah Ancaman China di Kabel Internet Bawah Laut

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
22 Jul 2025
20 dibaca
1 menit
AS Minta Perusahaan Teknologi Cegah Ancaman China di Kabel Internet Bawah Laut

Rangkuman 15 Detik

AS meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman dari China dan Rusia terkait kabel laut.
Perusahaan teknologi besar diminta untuk memperkuat perlindungan keamanan nasional.
Ada kekhawatiran yang semakin meningkat tentang aktivitas jahat terkait infrastruktur komunikasi bawah laut.
Amerika Serikat kini menghadapi ancaman serius dari China yang dilakukan melalui sistem kabel laut yang sangat penting bagi komunikasi global. Kabel ini memegang peranan vital karena menghubungkan hampir seluruh trafik internet internasional. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Meta, Amazon, dan Microsoft diminta oleh regulator dari Partai Republik untuk meningkatkan keamanan sistem kabel bawah laut. Hal ini untuk mengatasi risiko yang timbul akibat keterlibatan entitas China yang diduga melakukan aktivitas merugikan. Surat resmi yang dikirim menyoroti keberadaan perusahaan China seperti SBSS, Huawei Marine, China Telecom, dan China Unicom yang terlibat dalam pemeliharaan dan layanan sistem kabel tersebut. AS mencurigai adanya sabotase dan penyadapan sinyal pada banyak titik kabel bawah laut. Regulator juga meminta keterbukaan dari perusahaan terkait dugaan kerusakan perangkat keras dan gangguan operasional yang terjadi selama perbaikan kabel. Ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah ancaman keamanan nasional. Langkah AS ini termasuk rencana pelarangan penggunaan teknologi atau peralatan dari China pada kabel laut yang terhubung ke negara tersebut. Hal ini menegaskan posisi AS dalam menjaga keamanan infrastruktur kritis dari pengaruh asing yang berpotensi berbahaya.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Ancaman ini menunjukkan pentingnya keamanan siber di lapisan fisik infrastruktur jaringan, terutama kabel laut yang rentan terhadap intervensi negara-negara berpengaruh secara geopolitik.
Mikko Hypponen
Kabel bawah laut sering terlupakan dalam diskusi keamanan jaringan, padahal mereka adalah titik kritis yang jika diserang bisa melumpuhkan akses internet secara luas.