AI summary
Pembedahan hemispherotomy dapat menghentikan penyebaran kejang dengan memutus bagian otak yang terpengaruh. Gelombang otak di area yang terputus menunjukkan pola lambat yang mirip dengan keadaan tidur meskipun individu tersebut sadar. Penelitian ini meningkatkan pemahaman tentang kesadaran dan fungsi bagian otak yang terputus dari keseluruhan sistem. Beberapa anak dengan epilepsi berat menjalani operasi hemisferotomi yang memisahkan bagian otak yang menjadi sumber kejang dari bagian lain di otak. Setelah operasi, jaringan otak yang diputus tetap ada di tengkorak dan mendapatkan darah, tetapi tidak terkoneksi secara elektrik dengan bagian otak lain.Para peneliti ingin tahu apakah bagian otak yang terputus ini masih menunjukkan tanda-tanda kesadaran atau kemampuan berfungsi seperti bagian otak yang tersambung. Mereka menggunakan EEG untuk melihat aktivitas elektrik otak anak-anak sebelum dan setelah operasi.Hasilnya menunjukkan area otak yang dipisahkan menunjukkan pola gelombang lambat, atau gelombang delta, yang biasanya muncul saat tidur nyenyak. Padahal, anak-anak saat itu sedang terjaga dan bagian otak lainnya menunjukkan pola aktivitas otak seperti saat sadar.Pola gelombang lambat ini bertahan lama, bahkan sampai bertahun-tahun setelah operasi. Hal yang sama juga ditemukan pada jaringan otak yang rusak akibat stroke atau trauma kepala, sehingga pola ini bisa jadi cara otak melindungi diri atau beradaptasi.Temuan ini menambah pemahaman tentang bagaimana kesadaran dan ketidaksadaran terlihat dalam aktivitas otak. Namun, masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana otak menjaga keseimbangan dan fungsi setelah cedera atau isolasi bagian jaringan otak.
Penemuan ini menunjukkan bahwa kesadaran tidak hanya soal aktivitas listrik biasa, tetapi bagaimana jaringan otak terhubung satu sama lain. Menjaga suplai darah saja tidak cukup untuk mempertahankan aktivitas otak seperti saat sadar, sehingga pemahaman kita tentang kesadaran perlu direvisi sesuai temuan baru ini.