Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Penurunan Saham Oracle Peluang Investasi atau Risiko Besar?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
20 Okt 2025
193 dibaca
2 menit
Apakah Penurunan Saham Oracle Peluang Investasi atau Risiko Besar?

Rangkuman 15 Detik

Oracle memiliki backlog kontrak yang signifikan yang mendukung pertumbuhan multi-tahun.
Meskipun prospek pertumbuhan yang cerah, ada risiko terkait dengan biaya dan eksekusi dalam membangun kapasitas infrastruktur.
Memulai posisi kecil di Oracle mungkin lebih bijaksana daripada melakukan investasi besar sekaligus, mengingat ekspektasi pasar yang tinggi.
Oracle mengalami penurunan saham sekitar 7% setelah kenaikan signifikan yang dipicu oleh pengumuman backlog kontrak yang sangat besar dan target ambisius untuk pertumbuhan pendapatan cloud infrastruktur hingga tahun fiskal 2030. Perusahaan ini dikenal dengan platform database dan aplikasi, tetapi saat ini pertumbuhan terbesarnya berasal dari Oracle Cloud Infrastructure yang digunakan untuk komputasi AI dan beban kerja tradisional. Manajemen Oracle mengumumkan bahwa backlog kontrak yang belum diakui sebagai pendapatan meningkat drastis sebesar 359% menjadi 455 miliar dolar AS, termasuk kontrak sebesar 20 miliar dolar AS dengan Meta Platforms dan kontrak baru dari pelanggan selain OpenAI. Hal ini memberi visibilitas yang kuat terkait permintaan produk dan jasa cloud mereka di masa depan. Namun, kekhawatiran investor muncul terkait biaya modal yang sangat besar diperlukan untuk membangun data center, membeli perangkat keras, dan membiayai kontrak jangka panjang. Moody's bahkan memberikan peringatan terkait risiko leverage karena beban belanja modal yang sangat tinggi, yang bisa menekan profitabilitas dan arus kas bebas dalam jangka pendek. Penurunan harga saham pada akhirnya tidak menghapus kenaikan nilai pasar Oracle selama setahun terakhir yang hampir mencapai 830 miliar dolar AS. Namun, valuasi saham saat ini masih tergolong tinggi dan risiko eksekusi bisnis masih menjadi perhatian investor, terutama apakah backlog kontrak bisa direalisasikan secara efektif menjadi pendapatan dan laba. Investor disarankan untuk memulai posisi investasi kecil dan menambahnya secara bertahap berdasarkan capaian milestone serta reaksi pasar berikutnya. Jika Oracle mampu mengkonversi permintaan yang tinggi menjadi pendapatan yang sehat dengan margin yang baik, penurunan harga saham saat ini mungkin menjadi peluang investasi yang baik dalam jangka panjang.

Analisis Ahli

Daniel Sparks
Oracle berada pada titik kritis di mana investasi besar sedang dilakukan untuk memenuhi permintaan cloud yang berkembang pesat, tetapi risiko leverage tinggi dan tekanan biaya bisa menjadi tantangan besar dalam jangka pendek.