Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Oracle Mendominasi Cloud dan AI dengan Kontrak Miliaran, Masa Depan Cerah Menanti

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
19 Sep 2025
193 dibaca
2 menit
Oracle Mendominasi Cloud dan AI dengan Kontrak Miliaran, Masa Depan Cerah Menanti

Rangkuman 15 Detik

Oracle telah memasuki klub trillion-dollar dengan pertumbuhan signifikan dalam infrastruktur cloud dan AI.
RPO yang mencapai $455 miliar memberikan Oracle visibilitas yang jarang terjadi terhadap pendapatan masa depan.
Kemitraan strategis dengan perusahaan seperti OpenAI, Nvidia, dan Microsoft menunjukkan potensi Oracle untuk bersaing di pasar cloud yang kompetitif.
Oracle, yang selama ini dikenal sebagai perusahaan database, kini sukses menunjukkan dirinya sebagai pemain besar di pasar cloud dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini terlihat dari angka impresif 455 miliar dolar AS pada kontrak yang telah diteken tetapi belum diakui sebagai pendapatan, yang disebut Remaining Performance Obligations (RPO). Angka ini menunjukkan besarnya kepercayaan pelanggan terhadap Oracle dan memberikan bayangan jelas terhadap pendapatan masa depan. Salah satu kontrak paling menarik adalah kemitraan jangka panjang Oracle dengan OpenAI dalam proyek AI besar bernama Project Stargate, yang akan dimulai sekitar tahun 2027 dengan nilai mencapai 300 miliar dolar AS. Selain itu, Oracle menandatangani empat kontrak multiyears dengan pelanggan lain untuk menjalankan beban kerja besar di Oracle Cloud Infrastructure (OCI), didukung oleh kolaborasi dengan Nvidia dan Microsoft. Pertumbuhan OCI sangat pesat. Oracle memperkirakan pendapatan OCI akan meningkat sekitar 77% pada tahun fiskal 2026 mencapai 18 miliar dolar AS dan terus tumbuh hingga 144 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. Hal ini menandakan Oracle mampu bertumbuh dari pangsa pasar yang lebih kecil menjadi kompetitor yang diperhitungkan di pasar cloud global yang selama ini dikuasai oleh AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Dengan pendapatan total 57 miliar dolar AS dan laba operasi 18 miliar dolar AS, Oracle memiliki arus kas yang sehat untuk terus memperluas fasilitas data center dan memperkuat kemitraan strategis. Namun, tantangan besar adalah menjaga eksekusi tetap baik, karena kebutuhan pelanggan di sektor cloud sangat tinggi dalam hal keandalan, kecepatan, dan keamanan, yang saat ini menjadi keunggulan rival-rival besar. Oracle telah berhasil bertransformasi dari perusahaan software klasik menjadi pemain dengan potensi besar di bidang AI dan cloud. Bagi investor yang ingin mendapatkan paparan di infrastruktur AI, Oracle adalah opsi yang patut diperhatikan, meskipun perlu diingat ada risiko yang harus dikelola agar pertumbuhan ini bisa berlanjut di masa depan.

Analisis Ahli

Lawrence Nga
Oracle menunjukkan potensi luar biasa menjadi 'dark horse' dalam industri AI cloud dengan kontrak besar dan RPO yang mengesankan, tetapi investor harus waspada terhadap risiko eksekusi.