Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Metode Ramah Lingkungan Baru untuk Mendapatkan Emas dari Limbah Elektronik

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
26 Jun 2025
207 dibaca
2 menit
Metode Ramah Lingkungan Baru untuk Mendapatkan Emas dari Limbah Elektronik

Rangkuman 15 Detik

Metode baru untuk ekstraksi emas ini menggunakan reagen ramah lingkungan, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Proses ini memungkinkan pemulihan emas dari limbah elektronik yang kompleks, memberikan solusi untuk masalah e-waste.
Inovasi ini menawarkan pendekatan berkelanjutan dan daur ulang, meningkatkan efisiensi dalam ekstraksi sumber daya.
Para peneliti dari Flinders University Australia menemukan metode baru yang lebih aman dan ramah lingkungan untuk mengekstraksi emas dari bijih dan limbah elektronik. Metode ini bertujuan mengurangi dampak berbahaya bahan kimia seperti sianida dan merkuri yang selama ini dipakai dalam proses penambangan emas. Inovasi utama dalam metode ini adalah penggunaan senyawa trichloroisocyanuric acid, senyawa murah dan tidak berbahaya yang biasa digunakan untuk mendisinfeksi air. Senyawa ini dapat melarutkan emas yang kemudian ditangkap oleh polimer yang kaya akan sulfur dan ramah lingkungan. Polimer yang dibuat menggunakan reaksi yang diaktifkan oleh sinar UV ini efektif dalam menyerap emas. Setelah digunakan, polimer dapat dipulihkan kembali menjadi komponen aslinya sehingga dapat digunakan lagi, mengurangi limbah dan biaya proses. Metode ini juga sudah diuji coba pada limbah elektronik seperti CPU dan RAM serta konsentrat bijih emas. Hasilnya sangat positif, membuka peluang untuk mengelola limbah elektronik yang jumlahnya terus meningkat dan mengurangi polusi merkuri dari penambangan skala kecil. Dengan penemuan ini, diharapkan ada solusi berkelanjutan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan emas dunia tanpa harus merusak lingkungan. Temuan ini juga didukung oleh kolaborasi internasional serta laporan dari PBB yang menyoroti pentingnya solusi mendaur ulang limbah elektronik.