Rusia Jadi Pemimpin Pasar Crypto Eropa dengan Transaksi Mencapai Rp 6.28 quadriliun ($376,3 Miliar)
Finansial
Mata Uang Kripto
18 Okt 2025
228 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Rusia saat ini mendominasi pasar cryptocurrency Eropa dengan transaksi mencapai $376,3 miliar.
Pertumbuhan pesat dalam penggunaan stablecoin dan DeFi merupakan faktor kunci dalam adopsi kripto di Rusia.
Regulasi dan sanksi internasional terus mempengaruhi dinamika pasar kripto, dengan Rusia beradaptasi melalui inisiatif digital yang lebih luas.
Dilaporkan oleh Chainalysis, Rusia berhasil melampaui seluruh pasar Eropa dalam adopsi cryptocurrency dengan menerima transaksi sebesar Rp 6.28 quadriliun ($376,3 miliar) dalam periode Juli 2024 hingga Juni 2025. Angka ini jauh mengalahkan Inggris yang berada di posisi kedua dengan Rp 4.56 quadriliun ($273,2 miliar) . Lonjakan ini terjadi karena meningkatnya partisipasi institusional, ekspansi layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan penggunaan stablecoin sebagai sarana pembayaran internasional.
Pertumbuhan transaksi skala besar di Rusia sangat menonjol, dengan transfer yang melebihi Rp 167.00 miliar ($10 juta) naik sebesar 86%, hampir dua kali lipat pertumbuhan di kawasan Eropa lainnya. Perusahaan dan institusi di Rusia semakin mengandalkan stablecoin A7A5, yang dipatok pada rubel, sebagai alat untuk memudahkan transfer lintas negara walaupun mendapat sanksi dari negara-negara Barat.
Meskipun menghadapi tekanan sanksi, stablecoin A7A5 telah menjadi stablecoin terbesar non-dolar AS berdasarkan kapitalisasi pasar, mencapai Rp 8.35 triliun ($500 juta) pada awal Oktober. Penggunaan stablecoin ini juga menjadi pusat strategi perdagangan digital Rusia, walaupun memunculkan kekhawatiran dari Uni Eropa dan AS terkait potensi pelanggaran sanksi dan pencucian uang.
Bank Sentral Rusia tengah mempersiapkan peluncuran mata uang digital bank sentral mereka, digital ruble, yang direncanakan mulai digunakan secara nasional pada September 2026. Rencana ini termasuk mewajibkan perusahaan besar untuk menyediakan layanan CBDC sejak awal peluncuran, dengan tahap berikutnya untuk perusahaan kecil. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong integrasi digital ekonomi yang lebih luas.
Situasi pasar crypto di Rusia juga dipengaruhi oleh regulasi yang lebih ketat di Eropa melalui kerangka MiCA, yang menciptakan hambatan sementara bagi pasar crypto di seluruh Eropa. Kondisi ini memungkinkan Rusia untuk mempercepat integrasi dan penggunaan aset digital dengan lebih cepat dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, membuka kemungkinan dominasi pasar regional yang berkepanjangan.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Adopsi crypto yang cepat di Rusia menandakan bahwa teknologi blockchain dapat menjadi alat strategis bahkan di negara dengan tekanan geopolitik besar, tapi integritas ekosistem tetap menjadi kunci untuk keberlanjutan.Caitlin Long
Penggabungan CBDC dan DeFi di Rusia adalah tren yang menarik; jika dilaksanakan dengan benar, ini bisa menjadi model baru bagaimana negara-negara mengadopsi mata uang digital di pasar global yang kompleks.