Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rusia Jadi Pasar Kripto Terbesar di Eropa, Lewati Inggris dan Jerman

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
16 Okt 2025
40 dibaca
2 menit
Rusia Jadi Pasar Kripto Terbesar di Eropa, Lewati Inggris dan Jerman

TLDR

Rusia kini menjadi pasar kripto terbesar di Eropa berdasarkan volume transaksi.
Regulasi Uni Eropa dalam kripto mendorong partisipasi institusional yang lebih besar.
FCA berupaya untuk menjaga daya saing Inggris melalui pedoman baru untuk tokenisasi dalam manajemen aset.
Laporan terbaru dari Chainalysis menunjukkan bahwa Rusia melampaui Inggris dan Jerman menjadi pasar cryptocurrency terbesar di Eropa berdasarkan nilai transaksi antara Juli 2023 dan Juni 2025. Rusia mencatat volume transaksi sebesar 376 miliar dolar AS, lebih tinggi dari Inggris sebesar 273 miliar dan Jerman 219 miliar dolar AS. Negara-negara lain seperti Ukraina dan Prancis juga menunjukkan pertumbuhan penting.Pertumbuhan ini terjadi di tengah kemajuan regulasi di Eropa, khususnya melalui kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang mempercepat adopsi oleh bank dan penyedia jasa pembayaran. Kerangka regulator ini telah menciptakan transformasi stablecoin dan mendorong pertumbuhan pasar yang lebih stabil dan terkontrol, sehingga mengundang lebih banyak partisipasi institusional.Sementara Inggris masih menjadi pusat inovasi dalam dunia kripto, negara ini mulai tertinggal dalam hal regulasi dan volume transaksi dibandingkan Uni Eropa. Dengan ketatnya aturan untuk perdagangan ritel, banyak trader Inggris yang beralih ke platform desentralisasi (DeFi), yang kini melebihi volume transaksi di bursa terpusat.Rusia didukung oleh lonjakan 86% dalam transaksi skala institusional dan aktivitas DeFi yang meningkat hingga tiga kali lipat dibanding tahun 2023. Stablecoin A7A5 yang berdenominasi rubel dan dikaitkan dengan platform Garantex, meskipun sempat disanksi oleh AS, menjadi alat penting untuk pembayaran internasional lintas batas di wilayah tersebut.Inisiatif terbaru dari Financial Conduct Authority Inggris dalam memfasilitasi tokenisasi aset di industri manajemen aset senilai 14 triliun pound menjadi salah satu langkah agar negara tersebut tetap kompetitif di era digital pasca-Brexit. Hal ini menunjukkan perlunya Inggris untuk mempercepat inovasi dan pengembangan regulasi agar dapat bersaing dengan pasar Eropa yang tumbuh pesat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.