Bahaya Nanoplastik: Bagaimana Plastik Mikro Menembus Kulit dan Sistem Tubuh Kita
Sains
Iklim dan Lingkungan
18 Okt 2025
292 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Nanoplastik dapat melewati penghalang kulit dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia.
Pelapisan lingkungan pada nanoplastik dapat membantu mereka menghindari respons imun tubuh.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi nanoplastik dengan berbagai zat lingkungan.
Nanoplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari pecahan limbah plastik yang lebih besar di lingkungan. Penelitian terbaru dari universitas Texas A&M menunjukkan bahwa nanoplastik ini bisa menembus kulit manusia setelah mengalami perubahan di lingkungan seperti terpapar air laut.
Ketika nanoplastik masuk ke dalam lingkungan, seperti laut, permukaannya bisa tertutup oleh berbagai bahan organik dan kimia seperti protein dan zat lain dari lingkungan. Lapisan ini membuat nanoplastik mampu menghindari sistem kekebalan tubuh dan bertahan di dalam sel lebih lama.
Tim peneliti membuat partikel plastik buatan dan merendamnya dalam air laut sekitar Corpus Christi untuk meniru kondisi nyata di alam. Mereka menemukan bahwa partikel yang telah terpapar air laut mendapatkan lapisan baru yang membuatnya lebih sulit dikenali dan disingkirkan oleh tubuh.
Temuan ini menunjukkan bahwa metode riset nanoplastik harus memperhatikan kondisi lapisan lingkungan agar hasil riset lebih akurat dan konsisten. Hal ini penting karena lingkungan dan materi di dalamnya terus berubah, sehingga pengaruh terhadap nanoplastik juga berubah-ubah.
Para peneliti berencana mempelajari lebih jauh jenis lapisan lain yang bisa terbentuk pada nanoplastik dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi potensi bahaya bagi manusia. Ini menjadi peringatan bahwa masalah polusi plastik harus ditangani dengan pendekatan yang lebih mendalam dan standar riset yang baik.
Analisis Ahli
Dr. Wei Xu
Nanoplastik dengan lapisan lingkungan dapat mengelabui sistem pertahanan seluler, yang menunjukkan bahwa interaksi partikel dengan lingkungan secara signifikan mempengaruhi toksisitas dan kemampuan penetrasi mereka.

