Tubulis Raih Dana Besar untuk Terapi Kanker Inovatif Antibody-Drug Conjugate
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
15 Okt 2025
40 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Tubulis berhasil mengumpulkan dana signifikan untuk pengembangan kandidat obat mereka.
TUB-040 memiliki potensi untuk mengatasi tantangan dalam pengobatan kanker dengan menargetkan protein NaPi2b.
Investasi dalam pengembang obat kanker menunjukkan penurunan, namun Tubulis berhasil menarik perhatian investor besar.
Tubulis, perusahaan pengembang obat kanker asal Jerman, baru saja meraih dana sebesar €308 juta dalam putaran pendanaan Seri C. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan obat utama mereka, TUB-040, yang sedang dalam uji klinis fase 1/2 untuk kanker ovarium dan kanker paru-paru yang sulit diobati.
Meskipun terjadi penurunan tajam dalam investasi pada perusahaan obat kanker swasta pada tahun 2025, pencapaian Tubulis menunjukkan masih ada keyakinan kuat pada pengembangan teknologi antibody-drug conjugate (ADC). ADC merupakan jenis terapi kanker yang menggabungkan antibodi dan racun untuk membunuh sel kanker dengan lebih tepat.
Keberhasilan obat Enhertu dari AstraZeneca dan Daiichi Sankyo di pasar telah membuka jalan bagi banyak perusahaan lain untuk fokus pada pengembangan ADC. Tubulis menggunakan teknologi pengikat kimia yang dirancang untuk mengatasi masalah toksisitas yang sering terjadi pada ADC lain.
Selain TUB-040, Tubulis juga mengembangkan obat lain bernama TUB-030 yang menargetkan tumor solid dan beberapa kandidat obat dalam tahap pra-klinis dengan kerja sama perusahaan besar seperti Bristol Myers Squibb dan Gilead Sciences. Perusahaan ini juga memperluas kehadirannya dengan kantor di Cambridge, Massachusetts dan rencana membuka kantor di Lausanne, Swiss.
CEO Tubulis, Dominik Schumacher, menyatakan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan solusi untuk pasien yang mungkin mengalami resistensi terhadap terapi ADC, menunjukkan visi jangka panjang untuk menghadapi tantangan di dunia pengobatan kanker.
Analisis Ahli
Dominik Schumacher
Kami yakin dengan data pra-klinis kami yang menunjukkan molekul kami sangat berbeda dan lebih aman dibandingkan ADC lain, yang menjadi dasar untuk melanjutkan pengembangan obat sampai tahap klinis lebih lanjut.