Pemulihan Pasokan Obat dan Kolaborasi Besar di Industri Farmasi Global
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
21 Feb 2025
46 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
FDA telah menyatakan bahwa kekurangan obat Novo Nordisk telah teratasi.
Acelyrin menghadapi tawaran akuisisi yang bersaing setelah setuju untuk bergabung dengan Alumis.
Intra-Cellular Therapies menunjukkan potensi blockbuster dengan penjualan Caplyta yang meningkat secara signifikan.
FDA telah mengumumkan bahwa kekurangan obat metabolik Novo Nordisk, yaitu Ozempic untuk diabetes dan Wegovy untuk obesitas, telah "diselesaikan". Keputusan ini mengikuti pengumuman serupa untuk obat Eli Lilly, Mounjaro dan Zepbound. Permintaan untuk obat-obatan ini meningkat, terutama untuk pengobatan obesitas. FDA juga menyatakan bahwa mereka tidak akan menegakkan larangan pada produk alternatif yang dibuat di apotek berlisensi negara hingga April dan Mei mendatang. Saham Hims & Hers Health, yang menjual versi alternatif obat tersebut, turun lebih dari 20%.
Di sisi lain, Concentra Biosciences telah mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Acelyrin, yang baru saja setuju untuk bergabung dengan Alumis. Intra-Cellular Therapies melaporkan penjualan obat Caplyta mencapai hampir Rp 11.37 triliun ($681 juta) tahun lalu, dan Johnson & Johnson berencana untuk mengakuisisi perusahaan ini. Gilead Sciences juga mendapatkan otorisasi untuk obat seladelpar untuk kondisi langka di hati, sementara CEO Pfizer, Albert Bourla, kini menjabat sebagai ketua PhRMA, organisasi yang mewakili perusahaan obat.
Analisis Ahli
Dr. Amanda Lee (Ahli Farmakologi)
Pemutusan kekurangan pasokan pada obat metabolic adalah langkah penting untuk stabilisasi pasar, tapi harus diiringi dengan regulasi yang memastikan keamanan produk racikan agar pasien tidak dirugikan.Prof. John Smith (Ekonom Kesehatan)
Penggabungan dan akuisisi dalam industri ini bisa mempercepat pengembangan obat baru, namun perusahaan harus menjaga keseimbangan antara inovasi dan keterjangkauan harga bagi konsumen.