Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Crash Besar Bitcoin, Namun 66% Investor Tetap Optimis Dan Tambah Investasi

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
13 Okt 2025
151 dibaca
2 menit
Crash Besar Bitcoin, Namun 66% Investor Tetap Optimis Dan Tambah Investasi

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin tetap menjadi aset yang sangat volatil meskipun ada peningkatan minat dari investor.
66% investor crypto berencana untuk meningkatkan investasi mereka meskipun risiko kerugian jangka pendek.
Pandangan tentang siklus pasar Bitcoin mungkin perlu diperbarui seiring dengan perubahan dalam kebijakan moneter global.
Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, pasar cryptocurrency mengalami crash besar yang menyebabkan likuidasi posisi senilai lebih dari 19 miliar dolar dalam waktu 24 jam. Peristiwa ini mencatat rekor terburuk dalam sejarah leverage flush di pasar crypto, menandakan bahwa Bitcoin masih merupakan aset dengan volatilitas tinggi yang mampu mengalami perubahan harga dramatis dalam waktu singkat. Meskipun demikian, survei yang dilakukan oleh Bitget terhadap lebih dari 3.000 investor kripto menemukan fakta mengejutkan bahwa 66% dari mereka justru berencana untuk meningkatkan kepemilikan aset kripto mereka dalam enam bulan ke depan. Hal ini menunjukkan optimisme kuat terhadap pertumbuhan jangka panjang meskipun risiko penurunan harga tetap ada dan sering terjadi. Likuidasi terbesar terjadi pada Bitcoin dengan kerugian sekitar 5,36 miliar dolar, disusul oleh Ethereum dan altcoin lain yang juga mengalami likuidasi senilai hampir 9 miliar dolar. Ini memperlihatkan bahwa tidak hanya Bitcoin, tetapi aset kripto lain yang lebih volatile juga menjadi target strategi leverage tingkat tinggi oleh para trader yang mencari keuntungan besar namun dengan risiko yang sangat tinggi. Secara historis, pasar Bitcoin diatur oleh siklus empat tahunan yang terdiri dari fase akumulasi, bull market, distribusi, dan bear market. Namun, beberapa analis, termasuk Arthur Hayes, berpendapat bahwa siklus ini mungkin tidak lagi berlaku karena kondisi ekonomi global kini memperlihatkan peningkatan pasokan mata uang utama seperti dolar dan renminbi, yang justru memperbesar permintaan Bitcoin sebagai aset lindung nilai inflasi. Sementara itu, pandangan optimis dari mayoritas investor yang percaya harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari 150.000 dolar di siklus bull berikutnya menunjukkan bahwa sektor kripto masih memiliki daya tarik kuat meski rentan terhadap crash mendadak dan volatilitas ekstrim. Investor direkomendasikan untuk berhati-hati tapi tetap memantau peluang jangka panjang dengan strategi yang benar.

Analisis Ahli

Arthur Hayes
Mengamati bahwa bear market Bitcoin dulu biasanya seiring kebijakan moneter ketat di negara besar, namun saat ini kebijakan longgar di AS dan China bisa memperkuat permintaan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi.