Crash Kripto: Kegagalan Binance dan Leverage Tinggi Picu Volatilitas Besar
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Okt 2025
232 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar kripto mengalami pemulihan setelah likuidasi besar-besaran, dengan Bitcoin dan Ether menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pentingnya infrastruktur bursa dalam menjaga stabilitas pasar kripto sangat terlihat dari peristiwa di Binance.
Staking di Ethereum membantu mengurangi dampak negatif dari penjualan panik, menunjukkan struktur pasar yang dapat berfungsi sebagai penyangga.
Pasar kripto baru-baru ini menghadapi volatilitas tinggi setelah likuidasi terbesar dalam sejarah pasar. Bitcoin stabil di sekitar Rp 1.92 juta ($115.157) , sementara Ether pulih lebih cepat ke level Rp 69.24 ribu ($4.146) setelah penurunan 17% pada hari Jumat. Beberapa token lain seperti Solana, Bittensor, dan Cronos mengalami kenaikan karena modal berputar kembali ke aset berisiko tinggi.
Masalah besar terjadi di Binance yang menjadi pusat kegagalan teknis saat aset terbungkus seperti USDe, wBETH, dan BNSOL dijual dalam jumlah besar. Sistem penetapan harga kolateral di Binance yang bergantung pada order book internal menyebabkan nilai margin jatuh drastis, memicu likuidasi besar di banyak aset.
Analisis mendalam mengungkap bahwa protokol USDe tetap tervalidasi dan dapat ditebus, menandakan bahwa ledakan harga bukan karena stablecoin sebenarnya gagal, melainkan kegagalan sisi pertukaran. Binance mengakui masalah platform dan sudah beralih memakai oracle eksternal serta membayar kompensasi lebih dari Rp 4.68 triliun ($280 juta) kepada pengguna yang terdampak.
Faktor lain yang membantu memperlambat kejatuhan pasar adalah staking Ethereum, dimana hampir 30% pasokan ETH terkunci dalam validator. Struktur jaringan ini mengurangi laju penjualan panik karena sebagian besar modal validator tetap terkunci, walau derivatif likuid mengalami penyesuaian.
Setelah kejadian tersebut, pasar menunjukkan pemulihan dengan aset yang sempat jatuh terdalam mengalami rebound. Sementara itu, ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok sedikit mereda, meningkatkan sentimen investor dan menggenjot harga aset safe-haven seperti emas yang mencapai rekor tertinggi.
Analisis Ahli
Jonathan Man
Posisi leverage yang terlalu tinggi di token long-tail memperberat dampak likuidasi besar-besaran, tapi pembersihan ini memungkinkan reset pasar yang lebih cepat.Haseeb Qureshi
Tidak benar stablecoin USDe benar-benar depeg, melainkan masalahnya ada pada dump besar aset dan cacat harga kolateral di Binance.Yi He
Masalah delay layanan dan depeg produk yield terjadi setelah penurunan pasar, dan Binance telah membayar kompensasi untuk kerugian akibat masalah platform.