Apakah Saham Netflix Masih Layak Dibeli di Tengah Lonjakan dan Inovasi Baru?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
12 Okt 2025
87 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Netflix menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan tetapi dianggap overvalued menurut beberapa metrik.
Perusahaan berinvestasi dalam inovasi dan diversifikasi konten untuk meningkatkan pendapatan.
Kasus naratif dapat memberikan perspektif yang berbeda tentang valuasi dan potensi pertumbuhan Netflix.
Netflix telah menjadi sorotan investor dengan kenaikan saham signifikan sebesar 68,8% dalam setahun terakhir dan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Perusahaan terus berinovasi dengan masuk ke bisnis video game dan streaming acara olahraga live seperti pertandingan MLB, menunjukkan ambisi ekspansi yang besar.
Meskipun performa saham positif, sejumlah model valuasi saham tradisional menunjukkan Netflix mungkin saat ini overvalued. Model Discounted Cash Flow memperkirakan nilai wajar per saham Netflix sebesar Rp 17.00 ribu ($1.018) , yang lebih tinggi 19,9% dari harga pasar saat ini, menandakan potensi overvaluasi.
Rasio Price-to-Earnings Netflix sebesar 50,6x juga lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu 28,3x namun lebih rendah jika dibandingkan dengan pesaing utama. Ini menandakan saham mendapat premium harga yang cukup besar, namun lebih konservatif dibanding beberapa rival utama.
Simply Wall St menawarkan pendekatan tambahan menggunakan Narratives, yaitu metode penilaian berbasis asumsi pribadi investor terkait pertumbuhan dan risiko bisnis Netflix. Narratives ini memperlihatkan rentang nilai wajar yang luas dari Rp 12.53 juta ($750) sampai Rp 26.72 ribu ($1.600) tergantung pada skenario pertumbuhan dan risiko yang diasumsikan.
Berdasarkan semua analisis, saham Netflix menghadirkan peluang menarik tapi juga risiko valuasi tinggi. Keputusan untuk membeli, menahan, atau menjual harus mempertimbangkan kemungkinan keberhasilan strategi inovasi Netflix dan ketahanan bisnisnya menghadapi persaingan ketat di masa depan.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Dalam analisis saya, saham yang dihargai dengan model DCF harus didukung oleh ekspektasi pertumbuhan kuat dan stabil, dan meskipun Netflix menunjukkan potensi, risiko eksekusi dan pasar yang kompetitif meningkatkan ketidakpastian nilai wajarnya.Mary Meeker
Pendekatan inovasi Netflix terutama dalam video game dan streaming event live sangat menjanjikan, namun evaluasi risiko tetap harus diperhatikan mengingat tekanan kompetitif dan perubahan preferensi konsumen yang cepat.