Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Analisis Saham Netflix: Peluang Beli atau Harga Sudah Terlalu Mahal?

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
09 Okt 2025
268 dibaca
2 menit
Analisis Saham Netflix: Peluang Beli atau Harga Sudah Terlalu Mahal?

Rangkuman 15 Detik

Netflix menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun mengalami penurunan harga saham baru-baru ini.
Analisis menunjukkan bahwa ada potensi kenaikan nilai wajar saham Netflix, tetapi ada juga risiko yang harus diwaspadai.
Model DCF memberikan perspektif yang lebih hati-hati mengenai nilai saham Netflix, menunjukkan bahwa mungkin ada premium saat ini.
Saham Netflix telah mengalami penurunan sebesar 2,45% dalam bulan terakhir setelah mengalami kenaikan yang stabil sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, kinerja tahunan Netflix masih mengesankan dengan pengembalian harga saham sebesar 36,94% sejak awal tahun. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, Netflix tetap menjadi pilihan investasi yang menarik bagi banyak orang. Dalam jangka waktu yang lebih lama, Netflix menunjukkan performa luar biasa dengan total pengembalian pemegang saham sebesar 66,92% dalam 12 bulan terakhir. Hal ini mencerminkan bagaimana perusahaan berhasil beradaptasi dengan cepat dalam industri streaming yang sangat kompetitif dan terus berubah dengan cepat. Analisis nilai wajar perusahaan menunjukkan perbedaan pandangan. Narasi yang paling banyak diikuti memandang Netflix undervalued dengan nilai wajar di angka 1.350 dolar AS, lebih tinggi dari harga pasar saat ini 1.214,25 dolar AS. Namun, model Diskonto Arus Kas (DCF) yang dikembangkan oleh SWS menunjukkan angka lebih konservatif yaitu 1.019,85 dolar AS, sehingga ada argumen bahwa saham mungkin sedang diperdagangkan dengan premi. Pertumbuhan pendapatan iklan yang didorong oleh teknologi iklan baru Netflix dan ekspansi global merupakan faktor kunci yang berpotensi mempercepat pendapatan dan meningkatkan margin keuntungan. Ini memberikan ekspektasi optimis bagi investor yang percaya pada strategi monetisasi baru perusahaan. Namun, risiko besar yang harus diperhatikan adalah semakin ketatnya persaingan serta kenaikan biaya konten. Faktor-faktor ini bisa menggoyahkan pertumbuhan Netflix dan mengurangi margin keuntungan secara signifikan. Oleh karena itu, meski ada potensi keuntungan, investor disarankan untuk memperhitungkan risiko tersebut saat membuat keputusan investasi.

Analisis Ahli

Aswath Damodaran
Valuasi Netflix harus mempertimbangkan ketidakpastian yang tinggi di industri streaming dan fluktuasi biaya konten yang dapat mengurangi potensi laba jangka panjang, sehingga model DCF konservatif lebih realistis.