Neuralink Tembus Batas Baru: Pasien ALS Kendalikan Robot dengan Pikiran
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
11 Okt 2025
216 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Neuralink menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi antarmuka otak-komputer.
Pasien ALS mampu mengendalikan lengan robotik dengan pikiran, mengembalikan sebagian kemandirian.
Studi ini berpotensi membantu banyak orang dengan gangguan mobilitas di masa depan.
Neuralink berhasil membuat terobosan besar dalam bidang antarmuka otak-komputer dengan pasien ALS bernama Nick Wray yang mampu mengendalikan lengan robotik untuk melakukan aktivitas sehari-hari menggunakan pikirannya. Teknologi ini memungkinkan ia mengambil gelas, meminum air, serta mengoperasikan kursi roda pertama kali dengan bantuan chip yang ditanamkan di otaknya.
Studi klinis CONVOY yang disetujui oleh FDA ini menguji bagaimana perangkat Neuralink dapat memberi kemerdekaan lebih besar kepada pasien dengan gangguan motorik berat. Sudah ada delapan peserta yang menerima implantasi chip tersebut, termasuk Noland Arbaugh yang bisa bermain video game hanya dengan pikiran meskipun mengalami kendala teknis di kemudian hari.
Chip yang digunakan, N1, berukuran sangat kecil dan dilengkapi dengan 128 benang ultra-tipis yang terhubung ke permukaan otak. Benang ini mampu menangkap sinyal saraf dan mengubahnya menjadi perintah digital yang secara presisi menggerakkan perangkat eksternal seperti kursor atau lengan robotik.
Demonstrasi penggunaan chip oleh Nick Wray termasuk mengangkat berbagai benda, melakukan tes ketangkasan, hingga trik khusus yang banyak menarik perhatian publik. Neuralink juga telah memperluas uji klinis ke Inggris untuk menjangkau lebih banyak pasien dengan kelumpuhan melalui teknologi serupa.
Meskipun buaya teknologi ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas hidup, masih banyak tantangan terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas perangkat yang harus dijawab. Neuralink terus mengembangkan sistem serta meningkatkan algoritma untuk memastikan hasil terbaik bagi para penggunanya.
Analisis Ahli
Dr. Miguel Nicolelis
Ini adalah hasil maju yang sangat penting dalam neuroprostetik, memperlihatkan potensi nyata BCI untuk membantu pasien dengan penyakit parah.Prof. Maryam Shanechi
Dalam dekade berikutnya, teknologi ini bisa menjadi jembatan utama antara otak manusia dan mesin, membuka banyak kemungkinan untuk terapi dan augmentasi kognitif.
