AI summary
Neuralink memperluas uji coba manusia ke Inggris untuk membantu pasien dengan paralisis. Chip N1 dapat memungkinkan pengendalian perangkat digital hanya dengan pikiran. Teknologi BCI Neuralink memiliki potensi untuk mentransformasi hidup individu dengan gangguan neurologis. Neuralink, perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, mengumumkan peluncuran uji klinis implan otak pertama di Inggris. Studi ini akan bekerja sama dengan rumah sakit terkemuka di London dan Newcastle untuk menguji teknologi cip Neuralink pada pasien dengan kelumpuhan berat akibat cedera tulang belakang atau penyakit neurologis seperti ALS.Cip yang digunakan, bernama N1, berukuran kecil seperti koin dan dilengkapi dengan benang ultra-tipis yang dapat membaca aktivitas listrik otak dan mengubahnya menjadi perintah digital. Ini memungkinkan pasien mengoperasikan perangkat seperti ponsel atau tablet hanya dengan pikiran mereka tanpa harus menyentuh layar.Sebelumnya, Neuralink telah melakukan uji coba manusia di Amerika Serikat, di mana lima pasien telah berhasil memakai cip ini. Meski ada tantangan teknis, seperti hilangnya sambungan benang pada salah satu pasien, Neuralink berhasil mengatasi masalah tersebut dengan pembaruan perangkat lunak.Perusahaan ini telah mendapatkan dana besar mencapai $1,3 miliar dan memiliki rencana ekspansi uji coba ke negara-negara lain seperti Kanada dan Uni Emirat Arab. Studi di Inggris menggunakan persetujuan dari regulator setempat dan robot bedah khusus milik Neuralink, menandai kemajuan besar dalam penerapan teknologi ini secara global.Para ahli di Inggris menyatakan bahwa teknologi ini sangat potensial untuk membantu memperbaiki kualitas hidup pasien neurologis yang serius. Elon Musk juga berambisi agar teknologi ini nantinya dapat meningkatkan kemampuan manusia secara umum, bahkan membawa manusia menuju simbiosis dengan kecerdasan buatan di masa depan.
Ekspansi Neuralink ke Inggris menandai lompatan besar dalam penerimaan dan pemanfaatan teknologi BCI secara global, namun tantangan etis serta keamanan data harus menjadi perhatian utama agar teknologi ini tidak disalahgunakan. Perbaikan berkelanjutan pada perangkat keras dan perangkat lunak sangat penting agar chip mampu berfungsi stabil dan aman dalam jangka panjang bagi pasien.