Neuralink Luncurkan Uji Klinis Implan Otak Pertama di Inggris untuk Pasien Paralisis
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
01 Agt 2025
211 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Neuralink memperluas uji coba manusia ke Inggris untuk membantu pasien dengan paralisis.
Chip N1 dapat memungkinkan pengendalian perangkat digital hanya dengan pikiran.
Teknologi BCI Neuralink memiliki potensi untuk mentransformasi hidup individu dengan gangguan neurologis.
Neuralink, perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, mengumumkan peluncuran uji klinis implan otak pertama di Inggris. Studi ini akan bekerja sama dengan rumah sakit terkemuka di London dan Newcastle untuk menguji teknologi cip Neuralink pada pasien dengan kelumpuhan berat akibat cedera tulang belakang atau penyakit neurologis seperti ALS.
Cip yang digunakan, bernama N1, berukuran kecil seperti koin dan dilengkapi dengan benang ultra-tipis yang dapat membaca aktivitas listrik otak dan mengubahnya menjadi perintah digital. Ini memungkinkan pasien mengoperasikan perangkat seperti ponsel atau tablet hanya dengan pikiran mereka tanpa harus menyentuh layar.
Sebelumnya, Neuralink telah melakukan uji coba manusia di Amerika Serikat, di mana lima pasien telah berhasil memakai cip ini. Meski ada tantangan teknis, seperti hilangnya sambungan benang pada salah satu pasien, Neuralink berhasil mengatasi masalah tersebut dengan pembaruan perangkat lunak.
Perusahaan ini telah mendapatkan dana besar mencapai Rp 21.71 triliun ($1,3 miliar) dan memiliki rencana ekspansi uji coba ke negara-negara lain seperti Kanada dan Uni Emirat Arab. Studi di Inggris menggunakan persetujuan dari regulator setempat dan robot bedah khusus milik Neuralink, menandai kemajuan besar dalam penerapan teknologi ini secara global.
Para ahli di Inggris menyatakan bahwa teknologi ini sangat potensial untuk membantu memperbaiki kualitas hidup pasien neurologis yang serius. Elon Musk juga berambisi agar teknologi ini nantinya dapat meningkatkan kemampuan manusia secara umum, bahkan membawa manusia menuju simbiosis dengan kecerdasan buatan di masa depan.
Analisis Ahli
Professor Harith Akram
Peluncuran studi ini adalah tonggak besar dalam pengembangan teknologi BCI yang berpotensi mengubah hidup pasien neurologis di seluruh dunia.William Muirhead
Studi ini merefleksikan komitmen kami untuk terapi inovatif yang mengembalikan fungsi dan komunikasi pada pasien penyandang disabilitas neurologis berat.

