Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Brain-Computer Interface Minim Invasif Pulihkan Kemandirian Penderita ALS

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (8mo ago) health-and-medicine (8mo ago)
21 Jul 2025
221 dibaca
2 menit
Teknologi Brain-Computer Interface Minim Invasif Pulihkan Kemandirian Penderita ALS

Rangkuman 15 Detik

Implan antarmuka otak-komputer memberikan harapan baru bagi pasien dengan disabilitas berat untuk mendapatkan kembali kemandirian.
Pendekatan minimal invasif dari Synchron memungkinkan lebih banyak pasien untuk menerima perawatan dibandingkan dengan metode yang lebih invasif.
Teknologi BCI dapat membantu memenuhi kebutuhan komunikasi dan interaksi bagi penderita ALS, meskipun masih memiliki keterbatasan saat ini.
Mark Jackson, yang menderita ALS dan lumpuh, mampu mengendalikan komputer hanya dengan pikirannya berkat teknologi brain-computer interface (BCI) karya startup Synchron. Alat ini dipasang melalui pembuluh darah dengan prosedur minim invasif yang memungkinkan ia menggerakkan kursor dan melakukan aktivitas digital tanpa menggunakan otot fisik. BCI Synchron menggunakan Stentrode—sebuah tabung kecil berisi elektroda yang dipasang di pembuluh darah dekat otak untuk mengambil sinyal otak yang terkait dengan niat gerakan. Meskipun sinyal yang tertangkap lebih lemah dibandingkan metode implan langsung di jaringan otak, teknologi ini sudah cukup memberi Jackson kontrol pada komputer dan bahkan bermain game. Sistem ini menghubungkan sinyal otak secara nirkabel ke perangkat eksternal yang menerjemahkan perintah untuk dijalankan pada laptop atau perangkat lain. Berbagai integrasi dengan teknologi konsumen seperti Apple Vision Pro dan Amazon Alexa juga memungkinkan pengguna menjalankan perintah dengan lebih mudah dan praktis. Meski BCI tidak memperlambat progresi penyakit ALS, teknologi ini memberi harapan bagi pasien agar dapat tetap berkomunikasi dan mengekspresikan diri secara mandiri meski mengalami kelumpuhan total. Tantangan seperti risiko medis dan kebutuhan sambungan fisik masih harus diatasi di masa depan. Para peneliti dan investor memandang potensi besar BCI sebagai alat asistif untuk pasien disabilitas berat. Dengan lebih banyak pengujian dan penyempurnaan, teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi baru yang revolusioner yang memulihkan kehidupan mandiri kepada pasien ALS dan kondisi neurologis lainnya.

Analisis Ahli

Leigh Hochberg
BCI menawarkan peluang unik untuk mengembalikan fungsi yang tidak dapat dipulihkan dengan teknologi lain, namun saat ini belum ada standar pengukur manfaat yang universal dan hal ini perlu dikembangkan seiring kemajuan teknologi.
Vinod Khosla
Penggunaan stent yang dapat dipasang oleh ahli kardiologi memungkinkan skalabilitas lebih tinggi dan mempercepat penggunaan teknologi BCI dibandingkan metode yang memerlukan operasi otak besar.