Kriminal Kuasai Rp 1.25 quadriliun ($75 Miliar) Aset Kripto, Tantangan Baru untuk Penegak Hukum
Finansial
Mata Uang Kripto
11 Okt 2025
204 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kriminal memegang aset kripto yang sangat besar, mencapai $75 miliar, dengan pasar darknet sebagai kategori terbesar.
Ada tantangan signifikan dalam mencuci uang hasil kejahatan, terutama bagi para peretas yang harus menahan aset lebih lama.
Perilaku kriminal terhadap pertukaran terpusat telah berubah, dengan pengenalan langkah-langkah tambahan untuk menghindari deteksi.
Laporan terbaru Chainalysis mengungkap bahwa kriminal dan jaringan mereka menguasai sekitar 75 miliar dolar aset kripto yang diperoleh secara ilegal. Jumlah ini meningkat hingga 359% sejak 2020 dan menunjukkan bahwa ketersediaan aset kriminal di blockchain masih sangat besar.
Dompet downstream, yaitu dompet yang menerima lebih dari 10% dana dari sumber ilegal, memegang lebih dari 60 miliar dolar, dengan market darknet sebagai penguasa terbesar dengan nilai 46,2 miliar dolar on-chain berkat adopsi awal dan apresiasi harga kripto selama bertahun-tahun.
Platform pencucian uang seperti Black U berperan sebagai titik transit yang mempersulit pelacakan sementara hacker menghadapi kesulitan dalam mencairkan aset besar dengan cepat, seperti yang terlihat pada peretasan Bybit senilai 1,5 miliar dolar terkait Korea Utara.
Pertukaran kripto terpusat masih menjadi jalur utama untuk mengonversi aset ilegal ke fiat, meski kriminal mulai menggunakan cara lebih kompleks seperti mixer dan cross-chain bridges untuk menghindari pengawasan dan deteksi oleh sistem bantuan KYC/AML.
Perilaku mengelola aset berbeda pada tiap jenis kripto; stablecoin dicairkan dengan cepat karena bisa dibekukan, sedangkan BTC dan ETH sering disimpan lebih lama, jadi penegak hukum memerlukan langkah cepat, kerja sama lintas negara, dan alat analitik canggih untuk menyita aset ini secara efektif.
Analisis Ahli
Andreas M. Antonopoulos
Aktivitas kripto ilegal menunjukkan kebutuhan permanen untuk keamanan blockchain yang lebih baik dan edukasi lebih luas kepada pengguna tentang risiko dan cara mitigasi.Laura Shin
Laporan ini menggarisbawahi bahwa tantangan penegakan hukum dan regulasi harus diimbangi dengan peningkatan transparansi dan kolaborasi lintas negara agar aset ilegal bisa dilacak dan disita.