Starlink Alami Gangguan Global, Teknologi Direct-to-Cell Bangkitkan Harapan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
15 Sep 2025
276 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Starlink mengalami gangguan layanan di seluruh dunia yang sedang diselidiki oleh tim SpaceX.
SpaceX berkolaborasi dengan EchoStar untuk memperluas layanan internet langsung ke ponsel.
Layanan Direct-to-Cell tidak tersedia di Indonesia karena kendala izin.
Layanan internet satelit Starlink dari SpaceX mengalami gangguan yang menyebabkan pemutusan layanan di seluruh dunia. SpaceX sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab gangguan ini. Pengguna di Amerika Serikat dan Indonesia banyak yang melaporkan masalah melalui situs pelacak gangguan seperti Downdetector.
Starlink dikenal sebagai layanan internet yang memakai satelit orbit rendah Bumi (LEO) untuk menyediakan koneksi internet. Perusahaan ini dimiliki oleh Elon Musk dan terus mengembangkan teknologinya agar pengguna bisa mendapat akses internet lebih cepat dan meluas, bahkan sampai langsung ke ponsel.
Baru-baru ini, Starlink memperluas layanan Direct-to-Cell yang memungkinkan pelanggan mengakses internet satelit langsung ke ponsel mereka. Ini dilakukan dengan mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel dari EchoStar senilai 17 miliar dolar AS. Dengan spektrum ini, kapasitas jaringan bisa meningkat sampai 100 kali lipat.
Namun, di Indonesia layanan Direct-to-Cell belum dapat digunakan karena Starlink belum mendapat izin regulator yang diperlukan. Izin Starlink di Indonesia masih terbatas pada layanan ISP dan Jaringan Tetap Vsat, sehingga mereka belum bisa beroperasi dengan layanan ponsel langsung dari satelit.
SpaceX selama lima tahun terakhir telah meluncurkan lebih dari 8.000 satelit, dengan 600 di antaranya memiliki fungsi sebagai menara seluler. Meski layanan Direct-to-Cell sudah diluncurkan secara global, Starlink harus menghadapi tantangan perizinan di berbagai negara agar bisa menawarkan layanan ini secara luas.
Analisis Ahli
Gwynne Shotwell
Dengan spektrum eksklusif, SpaceX akan mengembangkan satelit Starlink Direct to Cell generasi berikutnya, menghadirkan perubahan kinerja signifikan dan meningkatkan jangkauan pelanggan dimanapun.

