Goldman Sachs Rekomendasikan Investasi AI yang Fokus ke Infrastruktur dan Data
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
10 Okt 2025
267 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Ada peluang besar dalam investasi di infrastruktur dan pengelolaan data terkait AI.
Pentingnya pemilihan saham yang disiplin untuk menemukan nilai di pasar yang mungkin terlalu panas.
Pertumbuhan investasi di sektor AI diperkirakan akan berlanjut hingga 2027 dan 2028.
Goldman Sachs menegaskan kembali optimismenya terhadap investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) dengan menyoroti pentingnya infrastruktur dan manajemen data. Meski pasar memandang sektor AI terlalu mahal, Goldman Sachs percaya masih ada banyak peluang investasi yang menarik terutama di perusahaan yang menyediakan hardware dan perangkat lunak untuk AI.
Brook Dane, kepala pengelolaan teknologi publik Goldman Sachs, mengidentifikasi perusahaan seperti Nvidia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, Snowflake, dan HubSpot sebagai penerima manfaat utama dari ledakan AI. Mereka menilai bahwa pengeluaran modal (capex) akan tumbuh sekitar 30% tahun depan, terutama oleh perusahaan hyperscaler yang menggunakan teknologi AI secara intensif.
Dane memaparkan tiga area investasi penting di AI, yaitu infrastruktur (chip dan hardware AI), data dan keamanan untuk aplikasi AI, serta aplikasi AI yang memanfaatkan data yang kuat untuk mendorong pertumbuhan. Contoh aplikasi AI ini termasuk HubSpot yang baru bermitra dengan OpenAI untuk menyediakan solusi AI bagi bisnis kecil.
Selain fokus domestik, Goldman Sachs juga mengamati perbedaan ekosistem AI antara Amerika Serikat dan China, di mana kedua negara mengembangkan teknologi dan platform AI secara terpisah dengan pemain kunci masing-masing. Pasar global diharapkan didominasi oleh pemain AS untuk ekspansi AI perusahaan.
Kesimpulannya, Goldman Sachs menekankan pentingnya investasi yang selektif dan disiplin dalam sektor AI. Mereka melihat peluang besar bukan di hype semata, melainkan pada perusahaan yang membangun fondasi teknologi AI melalui infrastruktur, data, dan aplikasi yang strategis.
Analisis Ahli
Brook Dane
Diskresioner dalam memilih saham AI sangat penting untuk menghindari gelembung dan menemukan nilai riil, terutama dalam perusahaan yang mendukung ekosistem AI dengan kuat seperti Nvidia dan Snowflake.