Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Prediksi Mengejutkan Pengeluaran Infrastruktur AI hingga 2028 Naik Drastis

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (7mo ago) artificial-intelligence (7mo ago)
22 Agt 2025
38 dibaca
2 menit
Prediksi Mengejutkan Pengeluaran Infrastruktur AI hingga 2028 Naik Drastis

Rangkuman 15 Detik

Kecerdasan buatan telah menjadi fokus utama investasi di berbagai industri.
Perusahaan seperti Nvidia dan Super Micro Computer mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan berkat kebutuhan infrastruktur data center.
Proyeksi pengeluaran untuk infrastruktur TI akan terus meningkat, dengan potensi mencapai lebih dari $1 triliun pada tahun 2028.
Sejak peluncuran ChatGPT OpenAI pada 2022 yang memecahkan rekor pengguna tercepat, seluruh dunia bisnis beramai-ramai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). AI kini sudah tidak hanya alat fiksi ilmiah, tetapi bagian penting dalam operasi berbagai sektor seperti manufaktur, perbankan, kesehatan, dan militer. Permintaan untuk sistem komputer berkapasitas tinggi yang mampu menjalankan beban AI sangat besar, terutama komputer dengan chip khusus. Nvidia menjadi bintang utama karena GPU yang mereka produksi sangat optimal untuk aplikasi AI, menyebabkan penjualan melambung dari di bawah 27 miliar dolar AS tahun 2022 menjadi 130 miliar dolar AS tahun lalu. Melengkapi Nvidia ada perusahaan lain seperti Broadcom dengan chip ASIC dan AMD yang mulai memasuki pasar GPU AI untuk mengambil sebagian pangsa pasar Nvidia yang saat ini mencapai 90%. Tidak hanya chip, perusahaan penyedia server seperti Super Micro juga mencatat pertumbuhan luar biasa. Pendapatan mereka meningkat dari sekitar 5 miliar dolar AS pada 2022 menjadi hampir 22 miliar dolar AS sekarang, didukung oleh server inovatif berpendingin cair. Demikian juga Palantir, yang menawarkan platform pengembangan aplikasi AI, ikut menikmati lonjakan kinerja saham. Meskipun pasar AI dan IT sedang bergairah, analis veteran Sam Stovall dari CFRA mengingatkan bahwa walaupun prospek jangka panjang cerah dengan pertumbuhan laba 15%-20% per tahun, kita harus siap menghadapi kemungkinan koreksi pasar jangka pendek. Valuasi sektor TI sudah berada pada level tinggi dalam sejarah 20 tahun terakhir. Investasi di sektor ini memang berisiko, dan sejarah pernah menunjukkan saat gelembung teknologi internet meledak sehingga banyak perusahaan gagal. Namun, mereka yang memilih saham dengan fundamental kuat dan inovasi berkelanjutan, seperti Amazon di masa internet, berpeluang meraih keuntungan besar. Jadi, meski risiko ada, sektor AI masih menjanjikan pertumbuhan dan peluang penting dalam waktu dekat.

Analisis Ahli

Sam Stovall
Kami melihat potensi pertumbuhan pendapatan sektor teknologi informasi dengan AI sebagai pendorong utama, menyarankan bahwa pengeluaran pusat data akan lebih dari dua kali lipat hingga 2028, sekaligus mengindikasikan bahwa meski valuasi tinggi, ada ruang untuk pertumbuhan jangka panjang.