TLDR
Investor berpindah ke saham dengan valuasi yang lebih wajar di tengah kepanikan pasar terkait AI. Nvidia dan perusahaan teknologi besar lainnya menjadi pusat perhatian dalam tren investasi saat ini. Strategi investasi yang diambil mengingatkan pada periode dotcom di akhir 1990-an, dengan fokus pada sektor yang mungkin mendapatkan manfaat dari perkembangan AI. Investor profesional sedang mencari cara untuk meraih keuntungan dari pasar saham yang sedang naik akibat teknologi AI, namun mereka juga berhati-hati agar tidak terlalu berisiko seperti yang terjadi pada gelembung dotcom pada 1990-an. Mereka belajar dari sejarah dan mengadopsi strategi lama dengan mengalihkan dana dari saham yang sudah sangat mahal ke saham yang masih punya potensi naik lebih tinggi.Valuasi Nvidia, salah satu perusahaan chip AI, sudah melonjak lebih dari 4 triliun dolar. Ini membuat banyak investor ingin keluar dari saham ini untuk sementara agar tidak terkena dampak jika ada koreksi pasar, tapi mereka masih ingin bertahan di sektor AI dengan memilih saham lain yang lebih murah dan menjanjikan.Beberapa ahli investasi memperingatkan ada risiko besar gelembung AI ini akan pecah karena perusahaannya berlomba-lomba menguasai pasar yang sebenarnya belum terbentuk. Mereka memprediksi pesta saham AI akan bergeser dari perusahaan raksasa seperti Nvidia dan Microsoft ke sektor pendukung seperti perangkat lunak, robotika, dan teknologi dari Asia.Investor juga mencoba memanfaatkan sektor lain yang berpotensi mendapat keuntungan dari AI, seperti energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan data center dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan perlengkapan untuk pembuatan chip. Dengan cara ini, mereka tetap mendapatkan keuntungan dari gelombang AI tanpa menghadapi risiko langsung dari saham besar yang sangat mahal.Meski begitu, beberapa manajer portofolio tak percaya strategi ini selalu berhasil dan mereka memilih cara lindung nilai dengan memadukan investasi di sektor yang aman seperti kesehatan dan kawasan Eropa. Mereka meyakini bahwa sulit untuk memprediksi kapan gelembung ini akan pecah dan bahwa pengalaman tahun 1999 bisa terulang.