Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rusia Resmi Keluar dari Perjanjian Pengurangan Plutonium dengan AS

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (5mo ago) fiscal-policy (5mo ago)
09 Okt 2025
227 dibaca
2 menit
Rusia Resmi Keluar dari Perjanjian Pengurangan Plutonium dengan AS

Rangkuman 15 Detik

Rusia telah resmi menarik diri dari perjanjian plutonium dengan AS, yang meningkatkan risiko senjata nuklir.
Keputusan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara Rusia dan AS, terutama terkait konflik di Ukraina.
Perjanjian PMDA merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi senjata nuklir, dan penghentiannya bisa berdampak negatif pada stabilitas global.
Rusia telah secara resmi menarik diri dari Perjanjian Manajemen dan Disposisi Plutonium tahun 2000 yang dibuat bersama Amerika Serikat. Perjanjian ini bertujuan untuk mengubah plutonium senjata menjadi bahan bakar nuklir bagi pembangkit listrik, untuk mengurangi risiko penyebaran senjata nuklir. Tetapi sejak 2016, Rusia tidak lagi aktif mengikuti perjanjian ini karena alasan politik dan keamanan. Alasan utama penarikan Rusia berkaitan dengan ketegangan geopolitik yang muncul setelah sanksi yang diterapkan AS serta perluasan NATO di dekat perbatasan Rusia. Rusia juga meminta pencabutan beberapa sanksi AS dan pembatasan aktivitas NATO sebagai syarat untuk melanjutkan perjanjian, tetapi tuntutan ini tidak dipenuhi. Keputusan ini meningkatkan kekhawatiran akan merosotnya hubungan bilateral antara Rusia dan Amerika Serikat, terutama dalam konteks pengendalian senjata nuklir. Rusia juga telah mundur dari beberapa perjanjian kontrol senjata penting lainnya, seperti perjanjian CFE dan penghentian partisipasi dalam New START. Meski begitu, Rusia tetap menjadi pemasok utama bahan bakar nuklir bagi reaktor pembangkit listrik di AS dengan sekitar 20 persen kebutuhan berasal dari Rusia hingga tahun 2028. Hal ini menunjukkan keterikatan ekonomi yang rumit meskipun ada ketegangan politik. Para pengamat menilai penghentian perjanjian ini meningkatkan risiko keamanan nuklir global karena plutonium yang sebelumnya dijanjikan untuk dinetralkan bisa diklasifikasikan kembali sebagai cadangan strategis militer. Langkah ini dianggap sebagai refleksi dari rift yang semakin tajam dalam hubungan AS-Rusia.

Analisis Ahli

Frank von Hippel (Ahli kebijakan nuklir)
Langkah Rusia untuk menarik diri dari Perjanjian Disposisi Plutonium sangat mengkhawatirkan karena mengancam upaya jangka panjang dalam pengurangan senjata nuklir dan pengendalian bahan yang dapat digunakan untuk membuat senjata.
Elaine Kurtenbach (Jurnalis dan pakar hubungan AS-Rusia)
Penghentian perjanjian ini merupakan cerminan dari konflik yang memburuk dan ketidakpercayaan mendalam antara kedua negara, yang berpotensi mendorong perlombaan senjata baru.