Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Misteri Cahaya Kilatan di Bulan: Fenomena Alami yang Masih Membingungkan Ilmuwan

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
28 Okt 2025
58 dibaca
2 menit
Misteri Cahaya Kilatan di Bulan: Fenomena Alami yang Masih Membingungkan Ilmuwan

Rangkuman 15 Detik

TLP adalah fenomena yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh ilmuwan.
Kilatan cahaya di bulan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tumbukan meteoroid dan gas radon.
Proyek NELIOTA berperan penting dalam memantau dan memahami fenomena TLP di bulan.
Cahaya misterius yang muncul di permukaan bulan telah diamati sejak ratusan tahun lalu dan dikenal dengan istilah transient lunar phenomenon (TLP). Fenomena ini berupa perubahan singkat pada penampilan sebagian permukaan bulan yang bisa berlangsung hanya beberapa milidetik hingga berjam-jam. Catatan pertama TLP berasal dari astronom William Herschel pada tahun 1787 yang menemukan cahaya terang di area gelap bulan. TLP dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti kilatan cahaya, bercak kemerahan atau ungu, dan titik kabur. Dalam dua ribu tahun terakhir, lebih dari 3.000 kejadian TLP telah didokumentasikan menggunakan teleskop, kamera, dan pengamatan langsung oleh para pengamat di seluruh dunia. Meski fenomena tersebut telah lama diketahui, penyebab pastinya masih belum pasti dan menjadi objek penelitian serius. Menurut profesor Masahisa Yanagisawa, kilatan cahaya yang berlangsung kurang dari satu menit biasanya berasal dari tumbukan meteoroid kecil di permukaan bulan. Tumbukan ini menyebabkan batuan panas dan menghasilkan cahaya singkat yang disebut lunar impact flash (LIF). Teknologi modern pada 1990-an membuat pengamatan LIF semakin akurat, dengan ratusan kejadian tercatat melalui program NELIOTA yang didukung ESA. Selain tumbukan, TLP berdurasi beberapa menit kemungkinan disebabkan oleh pelepasan gas radon dari dalam bulan akibat gempa bulan atau moonquake. Gas radon yang bersifat radioaktif dapat menghasilkan cahaya saat meluruh. Fenomena TLP berdurasi lama bisa juga dijelaskan oleh awan debu yang terionisasi angin matahari, memantulkan cahaya bintang atau objek terang sehingga tampak seolah berasal dari permukaan bulan. Namun, tidak semua ilmuwan sepakat mengenai adanya TLP berdurasi panjang. Beberapa berpendapat fenomena yang lama teramati bisa merupakan ilusi optik atau objek lain seperti satelit yang melintas. Penelitian dan pengamatan terus berlanjut untuk mengungkap fakta sesungguhnya, karena fenomena ini menyimpan misteri besar yang menarik untuk dipelajari lebih jauh.

Analisis Ahli

Masahisa Yanagisawa
Kilatan cahaya kurang dari satu menit umumnya akibat tumbukan meteoroid berukuran kecil yang memicu lunar impact flash.
Alexios Liakos
TLP berdurasi panjang dipertanyakan keberadaannya; meteoroid menghantam bulan secara merata dan fenomena lama mungkin merupakan ilusi atau pengamatan objek lain.
William Herschel
Pengamatan awal kilatan cahaya di permukaan bulan yang menandai fenomena TLP yang telah dikenal sejak abad ke-18.