AI summary
Resistensi antimikroba adalah masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Pengembangan obat baru untuk infeksi resisten sangat kurang dan perlu ditingkatkan. Pengurangan penggunaan antibiotik di pertanian adalah langkah penting untuk mengatasi resistensi antimikroba. Resistensi antimikroba (AMR) sedang menjadi ancaman besar bagi kesehatan dunia, dengan perkiraan dapat menyebabkan 39 juta kematian dalam 25 tahun ke depan. Namun, upaya pengembangan obat antibiotik baru untuk melawan bakteri kebal obat masih sangat kurang karena hanya sedikit obat inovatif yang dikembangkan dan yang tersedia kurang efektif melawan bakteri yang menjadi prioritas.WHO melaporkan bahwa hanya 15 dari 90 obat antibiotik yang dalam tahap pengembangan dikategorikan sebagai inovatif, dan hanya 5 di antaranya efektif menghadapi bakteri kritis yang menyebabkan infeksi paling mematikan. Sebagian besar riset dilakukan oleh perusahaan kecil, karena perusahaan besar sudah lama meninggalkan pasar antibiotik akibat minimnya keuntungan.Selain itu, penyebab utama AMR adalah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat baik pada manusia maupun hewan ternak. Penggunaan antibiotik di bidang peternakan sangat besar, menyumbang 73% dari penjualan global, dan diperkirakan akan meningkat hampir 30% hingga tahun 2040 karena meningkatnya permintaan daging, terutama di Asia.Meski para pemimpin dunia sudah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan antibiotik secara global sebanyak 10% pada 2030, prediksi menunjukkan penggunaan antibiotik justru akan terus naik. Hal ini semakin mengancam upaya dalam mengendalikan AMR yang kini masih sulit dikendalikan dan sering disebut sebagai pandemi yang tidak terlihat.Dengan kondisi ekosistem riset yang rapuh, krisis inovasi, dan penggunaan antibiotik yang terus meningkat, dunia harus mengambil langkah lebih tegas untuk investasi pengembangan obat baru dan pengurangan penggunaan antibiotik agar bisa mengurangi dampak buruk dari resistensi antibiotik ini.
Krisis pengembangan antibiotik yang kini kita hadapi menunjukkan bahwa sistem kesehatan global gagal memberikan insentif cukup bagi perusahaan besar untuk berinvestasi di bidang ini. Tanpa langkah serius dari pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan investasi berkelanjutan dan kebijakan pengurangan penggunaan antibiotik, kita akan menghadapi era di mana infeksi sederhana pun bisa kembali mematikan.