Bagaimana Antibiotik Polymyxin B Menembus Pertahanan Kuat Bakteri Gram-Negatif
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
29 Sep 2025
249 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian ini mengungkap mekanisme bagaimana Polymyxin B menyerang bakteri aktif.
Bakteri yang dalam keadaan dorman dapat menghindari efek dari Polymyxin B, menyoroti pentingnya status bakteri dalam pengobatan.
Strategi baru diperlukan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri dorman.
Para peneliti dari University College London dan Imperial College London menggunakan mikroskop gaya atom beresolusi tinggi untuk mengamati bagaimana antibiotik Polymyxin B menyerang bakteri E. coli, yang merupakan contoh bakteri gram-negatif dengan lapisan pelindung yang sangat kuat.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa antibiotik ini langsung menyebabkan tonjolan dan pembengkakan pada permukaan bakteri, memicu bakteri untuk memproduksi dan melepaskan lapisan pelindungnya dengan sangat cepat, yang akhirnya membuka celah bagi antibiotik untuk menembus dan membunuh sel bakteri.
Namun, proses ini hanya terjadi ketika bakteri aktif dan sedang tumbuh. Jika bakteri berada dalam keadaan dorman atau tidur, antibiotik ini tidak memiliki efek karena produksi lapisan pelindung sedang dimatikan oleh bakteri.
Penelitian juga menunjukkan bahwa memberi gula pada bakteri dorman dapat membangunkan mereka dalam waktu sekitar 15 menit, setelah itu antibiotik Polymyxin B menjadi efektif kembali, menandakan bahwa metabolisme bakteri sangat berperan dalam kesuksesan pengobatan.
Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi pengobatan baru yang tidak hanya mengandalkan antibiotik tetapi juga pada cara membangunkan bakteri dorman, sehingga bisa mengatasi infeksi yang sulit disembuhkan dan mengurangi resistensi antibiotik.
Analisis Ahli
Andrew Edwards
Penemuan bahwa antibiotik Polymyxin B hanya efektif terhadap bakteri yang aktif menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam pengobatan infeksi, dengan fokus pada keadaan fisiologis bakteri.Bart Hoogenboom
Menggabungkan pemberian antibiotik dengan terapi yang meningkatkan produksi lapisan pelindung bakteri bisa menjadi strategi inovatif untuk melawan bakteri gram-negatif yang sulit diatasi.
