Pusat Data Bawah Laut Pertama di Dunia di Hainan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
07 Okt 2025
202 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pusat data bawah laut dapat mengurangi biaya operasional melalui efisiensi energi.
Hainan berusaha menarik investasi asing dengan mengembangkan ekonomi biru.
Proyek pusat data ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk inovasi teknologi di Tiongkok.
Hainan, sebuah provinsi pulau di China, kini memiliki pusat data bawah laut komersial pertama di dunia yang beroperasi dalam upaya mendorong ekonomi biru dan menarik investasi asing.
Pusat data ini menggunakan kabin berat berukuran 1.300 ton yang diletakkan pada kedalaman 35 meter di laut untuk memanfaatkan air laut sebagai media pendingin alami, sehingga mengurangi kebutuhan energi.
Satu kabin berisi 24 rak server yang dapat menampung 400 hingga 500 server, yang melayani berbagai layanan digital seperti rekomendasi restoran dan tips perjalanan.
Penggunaan teknologi ini menurunkan biaya operasional karena energi yang biasanya digunakan untuk pendinginan besar di pusat data darat dapat dikurangi dengan adanya pendinginan alami dari perairan laut.
Dalam rencana lima tahun ke-14 provinsi Hainan, mereka berencana membangun hingga 100 kabin data bawah laut sebagai bagian dari proyek pengembangan teknologi baru untuk ekonomi biru di kawasan tersebut.
Analisis Ahli
Prof. Li Wei (Ahli Teknologi Informasi dan Energi di Tsinghua University)
Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam integrasi teknologi informasi dan keberlanjutan lingkungan. Jika berhasil dipelihara dengan baik, ini bisa menjadi standar baru untuk pusat data masa depan.

